Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Surpres Prabowo Mendarat di DPR, Destry Damayanti Siap Pegang Kendali Bank Indonesia

Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026

Merahputih.com - Langkah strategis Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat apresiasi positif dari kalangan ekonom.

Keputusan mengutus nama Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI tersebut dinilai sangat tepat guna mengawal kesinambungan kebijakan moneter nasional.

Baca juga:

Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama

Surat Presiden (Surpres) terkait usulan nama pimpinan bank sentral resmi diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyoroti rekam jejak panjang Destry Damayanti pada berbagai sektor keuangan vital. Pengalaman komprehensif mulai dari akademi, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga bank sentral menjadi modal utama memimpin BI.

Kombinasi pengalaman seperti ini sangat penting ketika tantangan bank sentral semakin kompleks,

ujar Fakhrul Fulvian.

Navigasi Bank Sentral Menghadapi Era Baru Ekonomi Dunia

Destry

Dinamika ekonomi global dewasa ini menuntut kepemimpinan bank sentral bertindak fleksibel menanggapi perubahan eksternal. Tantangan pimpinan BI tidak lagi sebatas mengendalikan laju inflasi atau melakukan penyesuaian suku bunga acuan.

Bank sentral resmi memasuki era baru akibat disrupsi teknologi, integrasi artificial intelligence (AI), fragmentasi perdagangan internasional, pergeseran rantai pasok, transisi energi, hingga eskalasi ketidakpastian geopolitik.

Fakhrul menegaskan pergeseran arus ekonomi saat ini membutuhkan navigasi jangka panjang yang solid dari jajaran pimpinan bank sentral.

“Perubahan sedang terjadi bukan sekadar perubahan siklus ekonomi, tetapi perubahan struktur ekonomi dunia. Karena itu, bank sentral harus mampu membaca perubahan jangka panjang, bukan hanya mengelola fluktuasi jangka pendek,” tutur Fakhrul Fulvian.

Penguatan Transmisi Kebijakan dan Kepasitas Riset Moneter

Fase stabilisasi kebijakan saat ini dinilai berhasil menjaga kredibilitas otoritas moneter serta meredam gejolak nilai tukar mata uang. Agenda krusial berikutnya berfokus memastikan stabilitas tersebut terkonversi menjadi ketersediaan likuiditas sehat sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.

Prinsip independensi bank sentral tetap menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan moneter tanpa mengabaikan sinergi bersama pemangku kebijakan lain.

Baca juga:

Sentimen Global Meledak! IHSG dan Indeks LQ45 Dibuka Menguat pada Perdagangan Awal Pekan Ini

Momentum pergantian pimpinan BI ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset internal guna memetakan perubahan struktural ekonomi global secara berkelanjutan.

DPR RI dijadwalkan segera memproses Surpres tersebut melalui mekanisme uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sesuai aturan perundang-undangan.

Baca Artikel Asli