Prabowo Kan Orang Baik, Jangan Didengar Pikiran yang Terlalu Enggak Jelas
Senin, 22 April 2019 -
Merahputih.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan meminta agar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subiatno tidak mendengarkan pihak di sekitarnya soal proses penghitungan hasil pilpres 2019.
"Ya Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja mau bilang jangan terlalu didengari lah pikiran-pikiran yang terlalu gak jelas basisnya karena Pak Prabowo orang rasional," ujar Luhut di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin (22/4).
Luhut merupakan orang yang diutus calon Presiden nomor urut 01, Jokowi untuk berbicara dengan Prabowo Subianto. Pertemuan seharusnya dilakukan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara pada Minggu (22/4).
Namun, pertemuan itu batal karena menurut Juru Bicara BPN Andre Rosiade, Prabowo punya agenda internal di kediamannya di Hambalang, Bogor yaitu memantau dan melakukan tabulasi terhadap penghitungan suara di semua daerah.
"Ini bukan ke Pak Prabowo ya, ini kepada senior-senior atau elite-elite agar menahan diri berkomentar untuk hal-hal yang belum jelas. Seperti Presiden (Joko Widodo) juga tidak ingin berkomentar," ucap Luhut dikutip Antara.
Sehingga Luhut meminta agar orang-orang di sekitar Prabowo harus memberikan informasi yang sahih kepada Prabowo. "Tapi Pak Prabowo orang arif, dia tahu apa yang harus dilakukan hanya titip saja orang-orang di sekitarnya jangan memberi informasi-informasi yang tidak benar, saya juga kenal orang-orang di sekitarnya," jelas Luhut.
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sendiri sudah tiga kali mendeklarasikan kemenangan pada 17-18 April lalu. Deklarasi itu menurut Prabowo berdasarkan hasil "real count" yang dilakukan oleh tim internal BPN.
Prabowo pada Kamis (18/4) menyatakan bahwa ia dan Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan wakil Presiden tahun 2019-2024 berdasarkan lebih dari 62 persen "real count" dari formulir C1 yang telah rekapitulasi.
Deklarasi ini disampaikan hanya selang beberapa menit setelah capres Joko Widodo mengatakan bahwa ia dan Ma'ruf Amin diunggulkan menang dalam Pilpres 2019 berdasarkan hasil hitung cepat dari 12 lembaga survei dengan prosentase perolehan suara pasangan Jokowi-Amin diperkirakan sebesar 54,5 persen sementara Prabowo-Sandi sebesar 45,5 persen.
Pada Jumat (19/4) Prabowo yang didampingi Amien Rais, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan sejumlah tokoh bahkan melakukan selamatan dan menegaskan bahwa mereka tidak percaya lembaga survei. Bahkan, Prabowo menyuruh lembaga survei pindah ke Antartika. (*)