MerahPutih.Com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyinggung Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait impor komoditas pangan.
Sebab, kata Prabowo, Jokowi berjanji tidak akan mengimpor pangan. Namun pada kenyataanya di pemerintahan Jokowi banyak sekali impor.
"Saya ingin bertanya bahwa bapak Joko Widodo waktu menjabat dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa tidak akan mengimpor komoditas pangan. ternyata, impor banyak sekali. Komoditas itu ada datanya semua," kata Prabowo saat debat.
Terus terang, menurut Prabowo, kebijakan itu sangat memukul kehidupan petani Indonesia.
"Petani tebu, panen tapi gula dari luar masuk dalam jumlah yang sangat besar," jelasnya.
Namun Jokowi membantah pernyataan Prabowo tersebut. Sebab kata Jokowi pada tahun 2018 pemerintahannya jauh berkuran impor pangan.
"Pada tahun 2014 kita mengimpor jagung 3,5 juta ton. 2018, kita hanya mengimpor 180 ribu ton. artinya petani kita telah memproduksi 3,3 juta ton. sehingga impor itu menjadi sangat jauh berkurang," ungkapnya.
"Perlu saya sampaikan bahwa sejak 2014 sampai sekarang turun. produksi beras kita 1984, kita memang Swasembada 21 juta ton per tahun. 2018 produksi beras kita 33 juta ton. konsumsi kita 29 juta ton, artinya ada surplus sebanyak 2,8 juta ton. apa artinya, kita surplus, kenapa kita impor, untuk menjaga ketersediaan stok, stabilisasi harga, cadangan bencana, cadangan gagal panen," sambungnya.(Asp)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bantu Nelayan Miskin, Prabowo Bakal Buat BUMN Bidang Kemaritiman dan Perikanan