MerahPutih.Com - Prabowo Subianto mengaku tidak punya uang untuk bikin baliho kampanye. Ia pun tidak mau menyerah untuk mencari modal untuk biaya perjuangan dengan cara menjual tanah miliknya sendiri. Itu masih dipersulit.
"Saya rasakan rakyat sudah bangkit. Kalian tadi mengatakan pada saya dari tempat jauh bukan karena ada bagi-bagi uang. Justru kalian (Rakyat) yang beri uang untuk perjuangan kami," ujar Prabowo dalam orasi politik dalam kampanye super akbar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4).
Prabowo menegaskan tidak bisa kasih uang pada saudara-saudara. Bahkan untuk membiayai saksi-saksi pada 17 April mendatang juga tidak punya uang.
"Kami mau cari uang dipersulit, mau dagang saja dipersulit. Saya mau jual tanah saya untuk perjuangan dipersulit," kata Prabowo.
Ia tidak gentar meskipun dalam kondisi kesulitan dan dipersulit. Prabowo pun berkelekar lebih baik pilih mati dari pada berlutut kaki dan menyerah kepada orang-orang itu," tandasnya.
BACA JUGA: Amien Rais Klaim Prabowo Punya DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo
Peneliti LSI Denny JA Puji Militansi Pendukung Prabowo-Sandi
Ucapan Prabowo dan Politik Identitas Pemicu Terjadinya Polarisasi Dukungan
Bahkan, lanjut dia, karena tidak adanya uang untuk biaya kampanye, Prabowo mengaku sempat kena sindir salah satu profesor kenalannya. Yang menyinggung sepinya baliho bergambar Prabowo-Sandi.
"Saya jawab, benar pak, saya nggak punya uang untuk bayar baliho banyak-banyak. Tapi saya yakin baliho saya ada di hati rakyat saya," ungkap Prabowo.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menerima uang sumbangan yang dikumpulkan relawan dari Pekalongan, Jawa Tengah. Selain uang tunai, perwakilan emak-emak tersebut juga memberikan kain batik kepada Prabowo. Capres 02 itu juga menerima keris dari pendukungnya.
Selain dihadiri puluhan ribu massa yang memadati dalam maupun luar stadion, kampanye super akbar itu juga dihadiri sejumlah tokoh nasional. Mulai Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY), Amien Rais, Titiek Soeharto, Neno Warisman hingga Fadli Zon.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.