MerahPutih.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau para petani untuk tidak menanam padi selama musim kemarau 2026.
Baca juga:
Imbauan larangan tanam padi itu dikeluarkan guna mencegah risiko gagal panen total atau puso akibat kondisi cuaca yang lebih kering dan panjang. BMKG juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dalam menyosialisasikan kondisi iklim kepada petani.
Kami sarankan petani menanam tanaman pangan yang tidak membutuhkan air banyak selama musim kemarau ini,
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Babel, Slamet Supriyadi
Risiko Gagal Panen
BMKG memperingatkan jika petani tetap memaksakan menanam padi, kerugian besar bisa terjadi karena lahan pertanian berpotensi mengalami kekeringan.
Kami tidak menyarankan menanam padi, diganti dengan tanaman yang lebih tepat dan bagus tumbuhnya di daerah kering,
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Babel, Slamet Supriyadi
Tanaman alternatif yang direkomendasikan antara lain jagung, kacang-kacangan, dan tanaman pangan lain yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Dengan begitu, lahan pertanian tetap produktif meski menghadapi musim kemarau panjang.
Baca juga:
Kemarau Panjang 80% Lahan Kapuas Mudah Terbakar. Peringatan Dini Bahaya Karhutla Diaktifkan!
Dampak El Nino
BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada September 2026 dan berakhir pada awal 2027, yakni Januari hingga Februari.
Kondisi ini merupakan dampak fenomena El Nino yang memperparah kekeringan di sejumlah wilayah Babel.
Beberapa daerah sudah mulai terdampak. Misalnya dilansir dari Antara, BPBD Kota Pangkalpinang telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air. (*)