Politik Makanan Dan Makna Simboliknya Saat Pertemuan Sekjen Parpol
Selasa, 07 Agustus 2018 -
MerahPutih.Com - Pertemuan Sekjen Parpol Pendukung Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8) malam didahului dengan santap makanan khas Nusantara.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan makanan yang disajikan dalam pertemuan memiliki makna politik tersirat.
"Ada nasi goreng agar supaya dalam masa-masa krusial ini tidak saling menggoreng dalam politik," ungkap Hasto.
Kemudian ada Sate Padang dari Sumbar yang disebut Hasto menjadi salah satu daerah yang harus dimenangkan Jokowi.
"Sebagai simbol dari sumbar termasuk dalam pembahasan kami bagaimana Jokowi menang di sana," ucap dia.
Setalah itu ada bubur Jawa Barat, yang dimaknai sebagai keharusan melebur. Dan solid dengan ada bakso.
"Dan setelah ada itu harus melebur jadi dengan tanda ada bubur Jawa Barat. Setelah melebur kita solid, ada bakso, ada bakso kita menjadi satu, dan agar kita betul-betul bulat," terangnya.
Dan terakhir, ada pisang hijau dari Sulsel jadi tempat perhatian kita saat ini.
"Kita rundingkan tadi pagi, politik makanan ada makna secara politik" pungkasnya.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Datangi Kediaman Prabowo, Pimpinan GNPF Ulama: Hanya Silaturahmi Saja