Pj Teguh Ingin Jadikan Jakarta Kota Sinema, Ekosistem Industri Film Perlu Diperkuat

Rabu, 05 Februari 2025 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menguatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun potensi Jakarta sebagai kota sinema. Hal ini mengingat industri film menjadi bagian penting yang menggerakkan perekonomian kreatif di Jakarta.

Hal ini merujuk pada perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ekonomi Kreatif DKI Jakarta 2024, subsektor film, animasi, dan video mengalami pertumbuhan lebih tinggi (6,22 persen) jika dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB DKI Jakarta secara keseluruhan (5,04 persen).

Menurut Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, angka ini menunjukkan perfilman bukan hanya tentang seni, tetapi juga pilar penting dalam ekonomi kreatif yang mendukung transformasi Jakarta menuju pusat perekonomian nasional dan kota global.

Baca juga:

Perluas Layanan, Transjakarta Pulogebang - Pulogadung via PIK Tambah Pemberhentian Baru

"Tentu saja Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung dan pastinya insan film bisa menjadi agen perubahan bagi pembangunan di Jakarta," ujar dia.

Teguh meyakini gubernur dan wakil gubernur nantinya akan memajukan perfilman di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya mendukung kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta guna mengaktivasi Kota Jakarta sebagai kota ekonomi kreatif, khususnya berbasis sinema.

Hal tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif, mulai 2025 hingga 2027 dalam rangka menyongsong lima abad Jakarta sebagai jati diri Indonesia.

Karena itu, sambung dia, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri film melalui berbagai kebijakan strategis, seperti insentif pelatihan dan merawat ekosistem industri perfilman nasional.

"Kami perlu terus memperkuat ekosistem industri film dengan mempermudah akses pembiayaan dan perizinan produksi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas produksinya," ujar Riefky.

Dengan begitu, industri film semakin kompetitif, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menguatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun potensi Jakarta sebagai kota sinema. Hal ini mengingat industri film menjadi bagian penting yang menggerakkan perekonomian kreatif di Jakarta.

Baca juga:

BMKG: Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah Jakarta Sejak Senin (3/1) Pagi

Hal ini merujuk pada perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ekonomi Kreatif DKI Jakarta 2024, subsektor film, animasi, dan video mengalami pertumbuhan lebih tinggi (6,22 persen) jika dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB DKI Jakarta secara keseluruhan (5,04 persen).

Menurut Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, angka ini menunjukkan perfilman bukan hanya tentang seni, tetapi juga pilar penting dalam ekonomi kreatif yang mendukung transformasi Jakarta menuju pusat perekonomian nasional dan kota global.

"Tentu saja Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung dan pastinya insan film bisa menjadi agen perubahan bagi pembangunan di Jakarta," ujar dia.

Teguh meyakini gubernur dan wakil gubernur nantinya akan memajukan perfilman di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya mendukung kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta guna mengaktivasi Kota Jakarta sebagai kota ekonomi kreatif, khususnya berbasis sinema.

Hal tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif, mulai 2025 hingga 2027 dalam rangka menyongsong lima abad Jakarta sebagai jati diri Indonesia.

Karena itu, sambung dia, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri film melalui berbagai kebijakan strategis, seperti insentif pelatihan dan merawat ekosistem industri perfilman nasional.

"Kami perlu terus memperkuat ekosistem industri film dengan mempermudah akses pembiayaan dan perizinan produksi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas produksinya," ujar Riefky.

Dengan begitu, industri film semakin kompetitif, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan