Peternak Kabupaten Lebak siap memasok daging kerbau dan unggas pedaging menghadapi Lebaran 2017 untuk kebutuhan Provinsi Banten karena populasi ternak besar itu mencukupi.
"Kami menjamin persedian kerbau dan unggas pedaging surplus, dan memenuhi kebutuhan Lebaran untuk warga Banten," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Iman Santoso di Lebak, Rabu (21/6).
Saat ini, Kabupaten Lebak menjadi sentra ternak kerbau dan unggas pedaging dengan populasi kerbau mencapai 33.730 ekor dan unggas 13 juta ekor.
Selama ini, peternak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi daging untuk masyarakat yang berlebaran sebab usaha peternak di Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang sehingga siap memasok daging kerbau dan unggas pedaging.
Berdasarkan hasil rekapitulasi pada tahun 2016, populasi kerbau tercatat 33.730 ekor dan unggas pedaging 13 juta ekor. Bahkan, populasi kerbau masuk kategori ketujuh tingkat nasional.
Ia memperkirakan populasi kerbau setiap tahunnya bertambah 2.500 ekor dari keturunan anaknya.
Jika jumlah populasi kerbau itu terealisasi, Lebak sudah masuk daerah swasembada daging, bahkan populasi kerbau di Provinsi Banten terbesar berada di Kabupaten Lebak.
Selain itu, peternak unggas pedaging baik plasma maupun masyarakat bisa memenuhi kebutuhan konsumsi daging untuk masyarakat.
"Kami bisa memasok daging kerbau dan unggas pedaging itu ke luar daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi peternak," katanya.
Ia mengatakan bahwa peternak kerbau melakukan inseminasi buatan (IB) guna mendukung program swasembada daging kerbau.
Pelayanan IB itu dipusatkan di Kecamatan Sajira, Wanasalam, dan Panggarangan. Pelaksanaan IB bekerja sama dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Sumber: ANTARA