MerahPutih.com - Manajemen Pelita Air Service memastikan pesawat carter miliknya yang jatuh saat menjalankan misi distribusi program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara, Kamis (19/2), dalam kondisi layak terbang, meski sudah berusia di atas 10 tahun.
Pesawat yang naas itu tipe Air Tractor AT-802 tahun produksi 2013. Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA ini diawaki satu orang pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), dengan pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam sejak bergabung dengan Pelita Air pada Juli 2021.
“Pesawat telah menjalani perawatan rutin terkini pada 15 Februari,” kata Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, Jumat (20/2).
Baca juga:
Pesawat Pelita Air Pembawa BBM Alami Kecelakaan Maut di Nunukan, Pilot Dipastikan Gugur
Kronologi Jatuhnya Pesawat
Pesawat lepas landas dari Tarakan pada pukul 10.22 WITA dan mendarat dengan baik di Long Bawan pada pukul 11.24 WITA. Setelah muatan BBM dibongkar, pesawat kembali terbang menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA tanpa muatan.
Namun, pada pukul 12.30 WITA, kantor pusat Pelita Air di Jakarta menerima informasi awal pesawat PK-PAA diduga jatuh tidak jauh dari Bandara Long Bawan.
Koordinasi segera dilakukan dengan Lanud Tarakan, Basarnas, dan masyarakat setempat. Lokasi pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Pilot kemudian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14.33 WITA dan dibawa ke RS Pratama Long Bawan pukul 15.20 WITA.
Jenazah direncanakan dievakuasi menuju Tarakan pada Jumat (20/2) pukul 09.50 WITA, sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca juga:
Pilot Pelita Air Service Berhasil Dievakuasi dari Lereng Pegunungan Pabetung Remayo
Investigasi KNKT
PT Pelita Air Service bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan pada 20 Februari 2026 untuk memulai proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat.
“Pelita Air Service bersama KNKT memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan untuk memulai investigasi jatuhnya pesawat,” tutup Patria. (Knu)