MerahPutih.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia awal pekan ini menyepakati kontrak jangka panjang pasokan minyak mentah dari negeri beruang merah itu.
Pertamina menegaskan kilang miliknya telah memiliki teknologi yang mampu mengolah minyak mentah atau crude berasal dari Rusia.
“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, saat dikonfirmasi media, dikutip Rabu (15/4).
Baca juga:
Prabowo-Putin Bertemu 4 Mata, Rusia: Indonesia Minta Pasokan Minyak Jangka Panjang
Pertamina Manut Kebijakan Pemerintah
Roberth menambahkan Pertamina pasti akan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.
“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” tandas Roberth.
Baca juga:
Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Bulan Depan dan Juli 2026
Kerja Sama Minyak RI-Rusia
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia.
Kerja sama antara Indonesia dengan Rusia itu mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ungkap Bahlil, dilansir Antara, yang ikut dalam rombongan presiden ke Rusia. (*)