MerahPutih.com - Polresta Surakarta meningkatkan pengamanan di tempat ibadah setelah serangan teror bom di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Minggu (28/3).
Pengamanan juga dilakukan di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pernah menjadi sasaran bom bunuh diri pada Minggu 25 September 2011 lalu.
Kasat Sabhara Polresta Surakarta Kompol Sutoyo mengatakan, peningkatan patroli gabungan dan pemeriksaan tempat ibadat dilakukan polisi bersama satuan Sabhara, Brimob, K9 dan satpol PP. Peningkatan keamanan dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan dalam menjalankan ibadah.
Baca Juga:
Politisi PKS Nilai Pengeboman Gereja Katedral Makassar Mengoyak Kedamaian Bangsa
"Patroli di tempat ibadah dilakukan untuk memastikan ibadat dan kegiatan lainnya berjalan aman," ujar Sutoyo, Senin (29/3).
Dikatakannya, patroli ini dilakukan dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Solo supaya tetap kondusif. K9 atau anjing pelacak dilibatkan untuk melakukan sterilisasi di luar tempat ibadat.
"Hasil patroli, semua gereja di Solo yang berjumlah sekitar puluhan semuanya aman," kata dia.
Sejumlah tempat ibadah yang disisir petugas, kata dia, yakni Gereja Santo Antonius Purbayan, Jalan Arifin atau samping utara balai kota dan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Banjarsari.
Baca Juga:
Kapolri Ungkap Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
Khusus Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pernah menjadi sasaran bom bunuh diri pada Minggu 25 September 2011 lalu. Dalam peristiwa tersebut, seorang tewas dan 10 lainnya luka-luka.
"Patroli kita lakukan agar kondisi Kota Solo tetap kondusif dan warga masyarakat tetap aman dan nyaman," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Serangan Bom di Gereja Katedral Makasar Dinilai Bentuk Kejahatan Kemanusiaan