Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Perbedaan KTT Asia-Afrika Dulu dan Sekarang

Noer Ardiansjah - Senin, 23 Maret 2015

MerahPutih Nasional - Ada perbedaan cukup menarik terkait delegasi yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat pada 22-23 April 2015 mendatang

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai dari forum multilateral ini bukan saja soal Indonesia yangh kembali menjadi tuan rumah setelah KAA 1955, tapi juga bagaimana kepercayaan diri dari masing-masing negara.(Baca: Harapan Dino Patti Djalal dari KTT Asia-Afrika)

"Perbedaanya dulu negara yang ikut hanya 29 dan semuanya miskin. Semua belum punya tempat di dunia internasional. Sekarang sudah di atas 100 lebih negara," kata Dino saat menjadi pembicara "Reaktualisasi Semangat Bandung dalam Perayaan ke 60 Tahun Konferensi Asi-Afrika dan Peringatan 10 tahun New Asian Strategic Partnership" di London School of Public Relation, Jakarta, Senin (23/3).

Menurut Dino, perkembangan sistem demokrasi, politik, sosial, budaya dan ekonomi yang cukup dinamis menjadi pemantik semangat negara-negara yang menjadi peserta KTT Asia-Afrika. Dengan begitu, masing-masing kepala negara nantinya akan mengeksplorasi gagasan masing-masing.(Baca: Perayaan 60 Tahun KAA dihadiri 109 Kepala Negara)

"Karena sudah banyak yang demokrasi, mempunyai ekonomi yang sangat dinamis dan telah mempunyai tempat penting dalam sistem negara internasional. Jadi itu pebedaannya. Dan rasa percaya dirinya juga jauh lebih tinggi," kata eks Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu. (hur)

Baca Artikel Asli