MerahPutih.com - Perayaan Imlek di Solo, Jawa Tengah diadakan secara sederhana oleh umat Tridharma (Konghucu, Buddha, dan Tao).
Mereka memanfaatkan malam pergantian tahun dengan menggelar doa bersama di Klenteng Tien Kok Sie di Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres Solo, Jawa Tengah, Senin (31/1) malam.
Namun demikian, sembahyang Imlek 2573/2022 tidak semeriah Imlek 2020 lalu mengingat penyebaran COVID-19 tinggi dan adanya ancaman varian Omicron.
Baca Juga:
Polda Metro Jaya Kerahkan 1.965 Personel untuk Pengamanan Imlek
Pantauan Merahputih.com, sembahyang malam Imlek di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede dimulai pukul 21.00 WIB.
Warga secara bergantian mengantre masuk klenteng. Pelaksanaan ibadah dilakukan dengan tetap menjaga prokes dan pintu masuk dijaga ketat anggota Polresta Surakarta.
Pengurus Klenteng Tien Kok Sie Solo, Cakra Wibawa mengatakan, malam Imlek ini diawali dengan menaikkan sesembahan dari pengurus dan umat. Kemudian dilanjutkan sembahyang.
"Karena pandemi, rencananya kita mau mengadakan mandi Buddha, tapi kita ubah jadi naik persembahan saja," kata Cakra, Senin (31/1).
Baca Juga:
COVID-19 Terus Naik, Wagub DKI Imbau Perayaan Imlek Dilaksanakan Sederhana
Ia mengaku prosesi sembahyang tidak terlalu banyak supaya tidak banyak kontak. Sementara yang sembahyang warga sekitar dan dari luar kota agar bisa mengikuti secara virtual.
"Harapan Imlek semoga semua makhluk berbahagia. Doa khusus semoga turun hujan pada waktunya, angin bertiup lembut, negara kuat, rakyat makmur sejahtera," tandasnya.
Seorang umat Konghucu, Sujana (29) mengatakan, pandemi tak menghalangi umat untuk khusyuk beribadah jelang pergantian tahun. Meskipun demikian, kemeriahan Imlek sekarang tak semeriah sebelum ada pandemi.
"Harapannya pandemi berakhir supaya Imlek bisa meriah dengan berkumpul bersama saudara dan keluarga," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Ucapkan Tahun Baru Imlek 2573, Menag Yaqut: Semoga Semua Persoalan Dapat Teratasi