TIDUR memang sangat dibutuhkan bagi setiap manusia. Dengan tidur, seseorang mampu memulihkan energi yang terkuras ketika sedang beraktivitas. Alhasil banyak yang menginginkan untuk dapat tidur dengan nyenyak.
Nah, dikutip dari Bright Side, kali ini MerahPutih.com ingin menunjukan beberapa gangguan dalam tidur dengan penjelasan sains. Apa saja itu?
Kelumpuhan tidur
Pernah dengar istilah rep-repan atau ketindihan saat tidur? Banyak yang tidak menginginkan peristiwa ini karena sensasinya yang menyeramkan. Tanpa bisa bergerak, seseorang akan berhalusinasi melihat hal-hal menakutkan seperti hantu di sekitar ruangan.
Meski orang dulu mengaitkan peristiwa rep-repan dengan jin, ternyata hal ini ada penjelasan ilmiahnya. Berdasarkan penelitian, kelumpuhan tidur dikarenakan adanya malfungsi tidur pada tahap terakhir yang disebut rapid eye movement (REM), di tahap ini mimpi dapat bekerja.
Mengigau
Mungkin Anda juga pernah mengalami hal ini meski tak menyadarinya. Secara psikologi hal ini tidaklah berbahaya, meskipun ada juga orang yang takut kebiasaan mengigau bisa membongkar rahasia tanpa disadari.
Mengigau memang bisa terjadi kepada siapa saja, meskipun pria dan anak-anak lebih rentan terhadap masalah ini. Mengigau diakibatkan karena stres. Jiwa orang tersebut mencoba untuk melawan apa yang dia tidak setujui dalam dunia nyata.
Mimpi dalam mimpi
Pernahkan merasakan bangun dari tidur setelah bermimpi, tapi pada kenyataannya Anda masih tertidur? yups, hal ini memang biasa terjadi, Bahkan fenomena dalam tidur ini sempat dibuatkan film yang berjudul "Inception" (2010).
Mimpi dalam mimpi dalam bahasa ilmiah disebut dengan lucid dreaming. Fenomena ini terbagi atas dua cara yakni dream-initiated lucid dream (DILD) dan wake-initiated lucid dream (WILD). Mimpi dalam mimpi sebenarnya hanyalah Anda mimpi terbangun dari tidur.
Tidur berjalan
Pernahkah suatu ketika Anda tidur di suatu tempat tapi tiba-tiba terbangun di tempat lain? Kalau terjadi seperti itu mungkin saja Anda mengalami tidur sambil berjalan. Tidur berjalan memang sangat berlawanan dengan kelumpuhan tidur. Bahkan ketika Anda mengalami hal ini Anda bisa saja melakukan aktivitas seperti bersih-bersih rumah hingga keluar rumah.
Tidur berjalan dapat terjadi pada sekitar 4,6-10,3 persen populasi manusia, dengan kemungkinan terbesarnya terjadi pada anak-anak. Soal penyebabnya, tidur berjalan biasanya terjadi karena kelelahan, stres, gelisah dan sakit.
Jatuh dari tempat tidur
Pernah merasakan sedang nyenyak-nyenyaknya bermimpi tiba-tiba Anda serasa jatuh atau terlempar ke tempat tidur? Bahkan terkadang sebelum Anda merasakan sensasi itu sebelumya Anda sedang bermimpi terbang di atas langit.
Hal itu memang wajar. Karena tidur hampir mirip dengan kematian. Pasalnya saat tidur sistem kerja denyut jantung dan pernapasan akan berkurang, belum lagi tonus otot yang melemah. Hal ini membuat otak Anda menjadi "takut" dan menganggap kematian itu nyata. Secara refleks memeriksa apakah Anda masih hidup dengan mengirip dorongan ke otot.
Sahabat MerahPutih, itulah beberapa fenomena yang terjadi saat tidur. Kalau Anda pernah mengalami fenomena yang mana? (*)
Selain artikel ini Anda juga bisa baca Penderita Gangguan Irama Jantung Boleh Berhubungan Seksual, Tapi Ada Aturannya