Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamat Soroti Parpol yang Tanpa Malu Minta Jatah Menteri ke Prabowo

Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Mei 2024

Merahputih.com - Pengamat politik yang juga Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran perlu oposisi yang kuat baik di dalam dan di luar Parlemen.

Ia pun menyoroti perilaku pragmatisme yang telah terjadi di hampir seluruh partai politik saat ini, terutama mereka yang tanpa malu-malu meminta-minta jatah atau ditawarkan jatah kursi di Kabinet.

"Asal ingin jadi loyalis Pemerintah,” ungkap Petrus di Jakarta, Selasa (14/5).

Baca juga:

Joice Triatman Jadi Perantara Aliran Uang Kementan ke Partai NasDem

Petrus khawatir, hal seperti ini jika dibiarkan bakal menjadi politik dinasti dan nepotisme yang permanen. Padahal menurut dia, hukum positif melarang dan mengancam hal ini karena berpotensi menimbulkan daya rusak yang tinggi terhadap konstitusi,” ujar itu.

Karena itu, lanjut Petrus, pembentukan dan pengorganisasian oposisi harus disiapkan secara matang. ”Kita tidak boleh tarik gigi mundur dan membiarkan pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan masif terhadap sistem demokrasi, konstitusi dan kedaulatan rakyat,” sebut Petrus.

Baca juga:

Bertemu MBZ, Prabowo Perkenalkan Gibran

Petrus menyebut, pernyataan Calon Presiden Ganjar Pranowo yang ingin menjadi opisisi di luar pemerintahan Prabowo layak diapresiasi. Karena, di tengah mayoritas politisi yang obral murah harga diri Partai Politik dan kepentingannya dan hanya mau menjadi loyalis Pemerintahan hasil Pemilu 2024, Ganjar berbeda karena memilih jalan oposisi.

Petrus menuturkan, pernyataan mantan Gubernur Jawa Tengah itu sebagai kesatria. “Ini penting untuk menjaga kondisi sosial demi memperbaiki kondisi negara yang sedang tak baik saja,” jelas Petrus.

Baca Artikel Asli