Merahputih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo mempertanyakan motif PA 212 yang tengah melakukan perlawanan terhadap penunjukkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bos BUMN.
Motif dibalik reaksi berlebihan PA 212 terhadap Ahok, hingga mengancam akan ada gelombang massa sangatlah diluar akal sehat.
Baca Juga:
Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Wapres Ma'ruf Amin: Kewenangan Jokowi
"Memang hubungannya apa? Hubungannya apa antara Ahok menjabat pimpinan di salah satu perusahaan negara dengan penolakan itu apa? Ini sangat tidak masuk akal. Apa hubungannyanya dengan PA 212," ucap Karyono kepada wartawan, Senin (18/11).
Karyono menganggap, jika Ahok ditolak karena sentimen etnis, hal itu sama saja politisasi isu SARA.
"Kok ada ormas melarang-larang orang untuk menduduki posisi tertentu yang yang basisnya argumennya tidak kuat, hanya didasarkan pada sentimen etnis, sentimen SARA," kata Karyono.
Sebelumnya, Ahok dikabarkan akan memimpin salah satu BUMN yakni PT Pertamina setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu menemui Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11/).
Usai pertemuan, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN.
"Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," kata Ahok.
Baca Juga:
Hal itu dibenarkan Erick Thohir. Ia menjelaskan alasan dirinya mengajak Ahok gabung ke BUMN karena rekam jejak politisi PDIP itu jelas dan konsisten sebagai pemimpin, terutama dalam hal melakukan pembangunan. (*)