Merahputih.com - Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menemui Presiden ke-7 Jokowi di kediamannya di Solo, Rabu (25/3). Pertemuan berlangsung tertutup selama satu jam.
Pada awak media, ia mengatakan pertemuan dilakukan di momen Lebaran. Ia mengaku senang bisa berkesempatan bertemu Jokowi.
“Momen Lebaran ini hari ini. Kebetulan lagi ada acara di Solo bersama teman-teman. Kayaknya ada ribuan yang ngantri buat buat silaturahmi sama beliau. Alhamdulillah dapat kesempatan juga,” kata Hasan, Rabu (25/3).
Dia juga menyinggung terkait kondisi stok BBM dalam negeri di tengah konflik panas Timur Tengah.
“Kalau dari pemerintah antisipasi sudah. Kalau kita (Pertamina) kan pelaksana. Dari pemerintah arahannya sudah antisipasi jauh-jauh hari sejak pertama kali perang meletus kita sudah pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa,” kata Hasan.
Soal harga, kata dia, Pertamina sebagai operator akan mengikuti arahan dari pemerintah. Ia juga menjelaskan bahwa untuk stok minyak, mencari sumber alternatif lain.
Baca juga:
Halalbihalal Para Mantan di Istana, Pertemuan Tertutup Prabowo dengan SBY dan Jokowi
“Kalau dari sisi pasokan mencari sebanyak mungkin sumber-sumber yang tidak tertahan di suatu Selat Hormuz kan. Ada sumber-sumber dari tempat lain kan dari Afrika ada, dari Amerika ada. Sejauh ini stok cadangan kita terus diperbarui,” ucap dia.
Dia memastikan cadangan minyak terus diperbaharui. Selain itu, ia menjelaskan harga minyak global memang naik, tapi untuk lokal belum.
“Kita terus diperbarui sehingga kebutuhan dan masyarakat tetap bisa dipenuhi oleh Pertamina. Kita kan nggak ada kenaikan harga. Sampai hari ini kan nggak ada kenaikan harga,” paparnya.
Sementara tekait stok minyak, ia menegaskan sampai 20 hari dan terus diperbaharui stoknya.
“Kalau di hari ini saya ditanya stoknya 20 hari. Kemarin ditanya stoknya 20 hari. Besok anda tanya stoknya akan 20 hari lagi, karena juga karena itu harus diperbaharui kan,” paparnya.
Dia menambahkan sudah ada wacana dari pemerintah untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian supaya ada penghematan dari sisi konsumsi bahan bakar.
“Masyarakat jangan panik. Ya. Sampai hari ini kan baik-baik saja kan tidak usah panik. Insya Allah pemerintah usahakan yang terbaik,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)