Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamanan PSBB Berlebihan Berpotensi Picu Kerawanan Sosial

Andika Pratama - Kamis, 16 April 2020

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengkritik pengamanan berlebihan di beberapa sektor bisnis dan obyek vital selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah ibu kota.

Stanislaus menjelaskan, beberapa pihak seperti sektor bisnis menanggapi situasi PSBB ini dengan paranoia berlebihan dan menganggap situasi sekarang bisa mengarah kepada konflik sosial seperti tahun 1998.

Baca Juga

Gerindra Minta Anies dan Riza Patria Segera Bekerja Atasi COVID-19

Sikap dari sektor bisnis ini mulai nampak dengan adanya penjagaan aparat keamaan yang dapat dinilai berlebihan. Langkah ini dapat menciptakan kesan menunjukkan diri sebagai kelas elit yang justru dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Menurut Stanislaus, hal itu menjadi daya tarik bagi pihak lain yang akhirnya menjadi kerawanan bagi objek tersebut. Seperti penjagaan ketat di beberapa perkantoran, industri, sentra ekonomi hingga pemukiman menengah ke atas.

"Strategi sektor bisnis (non obvitnas dan objek strategis lainnya) yang memperkuat keamanannya dengan menggunakan aparat keamanan organik adalah langkah yang kurang tepat," kata Stanislaus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Kamis (16/4).

Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menegur pengedara sepeda motor yang kedapatan tidak menggunakan masker saat melintas di 'check point' Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menegur pengedara sepeda motor yang kedapatan tidak menggunakan masker saat melintas di 'check point' Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Stanislaus juga melihat, pengamanan yang berlebih malah mengurangi kekuatan aparat keamanan organik Polri dan TNI di wilayah.

"Padagal mempunyai tugas besar dari negara untuk menjaga keamanan dan mengutamakan keselamatan rakyat," imbuh dia.

Stanislaus berpandangan, sektor bisnis yang sudah mempunyai perangkat satuan pengamanan internal dapat melakukan penguatan dengan membangun pengamanan sosial.

Cara untuk membangun pengamanan sosial antara lain menjaga hubungan baik lingkungan sekitar, termasuk masyarakat serta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan wilayah setempat.

"Jika sektor bisnis mau berbela rasa membantu masyarakat disekitarnya dengan berbagai bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat, maka pengamanan sosial akan secara otomatis terbangun," sebut dia.

Terkait dengan potensi kriminalitas dan ancaman gangguan keamanan lainnya, aparat keamanan perlu melakukan patroli dan pengawasan secara ketat terutama di wilayah rawan.

Dalam hal ini aparat keamanan (Polri dan TNI) perlu bekerja sama dengan elemen masyarakat termasuk satuan pengamanan yang mempunyai kewenangan kepolisian terbatas di lingkungan kerjannya.

"Pendekatan kepada masyarakat secara intens perlu dilakukan agar masyarakat merasakan kehadiran negara pada saat situasi darurat," imbuh Stanislaus.

Baca Juga

Paket Bantuan Korban COVID-19 tak Sepadan dengan Retorika Pejabat di TV

Stanislaus meyakini, jika celah-celah kerawanan yang terjadi sebagai akibat dari PSBB ini bisa diatasi, maka PSBB akan berjalan dengan baik.

"Tujuan utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dapat tercapai dan situasi kembali normal kembali," tutup dia. (Knu)

Baca Artikel Asli