Pengakuan Pelatih Argentina Soal Penyebab Kekalahannya Melawan Kroasia

Jumat, 22 Juni 2018 - Thomas Kukuh

MerahPutih.com - Timnas Argentina hancur lebur. Saat menjalani laga kedua Grup D Piala Dunia 2018, Lionel Messi dkk dibantai Kroasia, tiga gol tanpa balas. Petaka Argentina itu terjadi di Nizhny Novgorod Stadium, Jumat (22/6) dini hari WIB. Tiga gol kemenangan Kroasia dilesakkan oleh Ante Rebic (53'), Luka Modric (80'), dan Ivan Rakitic (90').

Hasil ini membuat peluang Albiceleste-julukan Argentina untuk lolos ke babak 16 besar semakin sulit. Bisa dikata, mereka dalam bahaya. Argentina baru mengumpulkan satu poin, dan berada di tempat ketiga klasemen sementara Grup D.

Sedangkan tiket tersisa dri Grup D untuk lolos ke babak 16 besar hanya ada satu. Satu tiket sudah ditempati Kroasia. Argentina dengan Islandia dan Nigeria untuk berburu satu tiket tersisa.

Cabalero
Kiper Argentina Cabalero yang gagal menyelamatkan gawangnya dari serangan Kroasia. (FIFA.com)

Atas kekalahan memalukan itu, pelatih timnas Argentina Jorge Sampaoli, meminta maaf kepada fans yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya untuk mendukung Albiceleste. Ia bertanggung jawab atas semua atas pembantaian yang terjadi pada timnya. "Saya minta maaf kepada. Saya yang bertanggung jawab. Saya merasa tersakiti karena telah melakukan pekerjaan terburuk, dan tidak bisa memberikan yang mereka inginkan," ujar Sampaoli, dikutip dari BBC.

Sampaolo mengatakan dirinyalah yang membuat keputusan akhir. Menurutnya, tidak baik menyalahkan kekalahan kepada Willy Caballero yang telah melakukan blunder.

Di sisi lain, ia mengaku bahwa para pemain Argentina lainnya tidak klop bersama Messi dalam pertandingan tersebut. Kata dia, Messi terisolasi pemain belakang Kroasia, sedangkan pemain lain tak bisa berbuat apa-apa. Dari kacamatanya, skuatnya terlihat menutupi kehebatan Messi. Mereka tidak bisa menyatu.

Messi

"Messi adalah kapten kami, dia memimpin tim ini sedangkan kami tidak dapat membantunya seperti Barcelona. Kami bekerja memberinya bola, tetapi tim lawan mengisolasinya dari mendapatkan bola. Kami kalah dalam pertarungan itu," tuturnya.

"Sebagai pelatih, saya mengakui hal tersebut. Saya merasa tersakiti dengan fakta tersebut sebagai seorang pelatih," imbuh Sampaoli.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan