Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Penelitian Menunjukkan Pernikahan yang Langgeng Memiliki Biaya Resepsi yang Lebih Murah

annehs - Rabu, 04 Agustus 2021

DI tengah pandemi, rasanya beranda media sosialmu dipenuhi dengan berita gembira dari para lovebirds di sekelilingmu. Mungkin kamu akan menyaksikan teman SMA, kuliah, atau tetanggamu yang lamaran dan menikah di tengah pandemi.

Tunangan dan pernikahan memang sedang booming selama dua tahun terakhir. Laman Bloomberg pu melaporkan bahwa ternyata ada penjelasan ilmiah dibalik keputusan para pasangan yang semakin banyak bertukar cincin di masa-masa yang sulit ini.

"Ketika ada trauma kolektif terjadi di kemasyarakatan, itu memaksa orang-orang untuk mengevaluasi ulang prioritas mereka dengan pasangan. Pertanyaan yang mungkin tampak jauh atau tidak relevan seperti 'aku tidak mau mati sendirian', tiba-tiba menjadi masalah urgent baru," kutip Bloomberg. Dalam hal ini, trauma kolektif yang dimaksud adalah pandemi COVID-19.

Jika diibaratkan dengan lagu Elvis Presley, It's Now or Never. Daripada sudah tidak ada waktu lagi, lebih baik segera menuju jenjang selanjutnya.

Di tengah krisis kesehatan yang juga menyebabkan krisis ekonomi, tiap orang pun harus bisa mempersiapkan dana darurat dengan efisien. Lantas, bagaimana bisa menyelenggarakan resepsi pernikahan?

Baca juga:

Aku Menemukan "Rumah" Lagi Ketika PPKM Darurat

Pandemi mungkin memberikan keuntungan bagi mereka yang ingin menikah. Kamu bisa mengirit biaya sewa tempat, wedding organizer, makanan untuk para tamu, seragam bridesmaid, penyanyi dan band, dan sovenir tamu undangan.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan data dan peneliti Artificial Intelligence (AI) Dr Randal S. Olson menunjukkan bahwa pernikahan yang dilakukan di tengah krisis ekonomi cenderung lebih langgeng. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka telah melalui masalah-masalah berat bersama-sama sehingga hubungan yang terbentuk semakin kuat.

Penelitian lain yang dilihat oleh ekonom Andrew Francis Tan dan Hugo Mialon menunjukkan bahwa durasi pernikahan berkaitan dengan pengeluaran biaya yang dilakukan untuk resepsi pernikahan. Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 3,000 pasangan yang sudah menikah ini membuktikan bahwa pengeluaran resepsi pernikahan yang relatih rendah biasanya memiliki pernikahan awet.

Tidak hanya itu, mereka yang melaksanakan bulan madu (tidak harus mahal) juga cenderung memiliki pernikahan yang lebih awet. (SHN)

Baca juga:

Pencinta Alam Wajib Menjajal 7 Jalur Terpanjang di Dunia Ini

Baca Artikel Asli