MerahPutih.com - Kasus positif COVID-19 di tanah air kembali bertambah. Tercatat pada 30 Agustus 2021 bertambah 5.436 kasus. Angka ini jauh lebih sedikit ketimbang penambahan kasus sebelumnya.
Sehingga, akumulasi positif COVID-19 saat ini lebih dari 4 juta kasus atau sebanyak 4.073.831 kasus.
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari COVID-19 tercatat 19.398 orang. Sehingga total sebanyak 3.743.716 orang sembuh.
Baca Juga:
Kasus COVID-19 Kota Bandung Bertambah 43 Orang
Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 568 orang. Sehingga total meninggal menjadi 132.491 orang.
Sebelumnya, kemarin total kasus positif COVID-19 di Indonesia per tanggal 29 Agustus 2021 berjumlah 4.073.831 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 3.669.966 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 131.923 orang.
Pemerintah menargetkan vaksinasi bisa tembus 100 juta dosis pada pekan ini. Hal ini untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 di tanah air.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini vaksinasi sudah mencapai 96,5 juta.
"Indonesia sekarang 96,5 juta. Menurut Menkes (Budi Gunadi Sadikin) nanti akan diupayakan minggu ini tembus 100 juta dan sekarang termasuk di negara di atas 100 juta vaksinasinya," ujarnya.
Menurutnya program vaksinasi di Indonesia masih cenderung lemah yaitu masih di bawah satu juta dosis per hari. Adapun jumlah ini menurutnya akan terus didorong agar bisa menyentuh angka dua juta suntikan per hari.
Percepatan vaksinasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi.
"Vaksinasi dirasa semakin penting sebab kini sekolah di beberapa wilayah mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.
Sri Mulyani menyatakan, pemerintah ingin mulai menormalisasi kegiatan belajar mengajar, namun syarat pandemi bisa dikendalikan, salah satunya vaksinasi.
“Anak-anak yang usia sekolah ini juga menjadi perhatian untuk keinginan kita menormalisir sekolah namun aman dari COVID-19,” ucapnya.
Maka itu, Sri Mulyani mengingatkan pandemi akan berubah menjadi endemi.
Hal ini artinya kasus COVID-19 kemungkinan tidak akan bisa hilang 100 persen namun ancaman terhadap jiwa dan dampaknya terhadap sosial ekonomi akan mulai bisa diminimalkan.
Baca Juga:
Seorang Pria Terima 5 Dosis dari 3 Vaksin COVID-19 Berbeda
Sri Mulyani juga meminta masyarakat tetap patuh protokol kesehatan dengan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap penurunan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa hari terakhir dapat konsisten.
Hal ini agar tidak lagi diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat. (Knu)
Baca Juga:
Pasien COVID-19 Varian Delta Bisa Menyebarkan Virus 2 Hari sebelum Merasakan Gejala