Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemudik Asal Jakarta Kabur dari Tempat Karantina, Pemkot Solo Perketat Pengamanan

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 11 April 2020

MerahPutih.Com - Seorang pemudik asal Jakarta kabur dari rumah karantina Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah di Graha Wisata Niaga, Jumat (10/4). Beruntung petugas sigap mengejar pemudik laki-laki tersebut dan memasukkannya kembali ke rumah karantina selama 14 hari.

Koordinator lapangan rumah karantina Solo, Singkirno, mengungkapkan pemudik tersebut tiba di Solo naik kereta turun di Stasiun Solo Balapan, Jumat (10/4) pukul 08.00 WIB dan langsung diangkut ke rumah karantina. Hal itu sudah sesuai kebijakan Wali Kota Solo untuk mencegah penularan COVID-19. Pemudik tersebut langsung ditetapkan status Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Baca Juga:

KLB COVID-19, Pemkot Solo Minim Masker Bedah dan N95

"Semua pemudik dari zona merah COVID-19 wajib menjalani karantina selama 14 hari di tiga lokasi yang telah disediakan Pemkot Solo," ujar Singkirno, Sabtu (11/4).

Singkirno mengungkapkan pemudik dari Jakarta tersebut melarikan diri pada Jumat sore pukul 17.40 WIB. Petugas yang mendapati kejadian tersebut langsung mengejar pemudik yang tercatat sebagai warga Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo itu.

"Kaburnya dengan mengelabuhi petugas dengan pura-pura ke pintu depan mau ambil pesanan makan yang diantar driver ojol," kata dia.

Pemudik yang tiba di zona merah Covid-19 dikarantina Pemkot Solo, Jawa Tengah di Graha Wisata Niaga, Sabtu (11/4). (MP/Ismail)

Pemudik dari Jakarta tersebut, kata dia, akhirnya ditangkap petugas pukul 20.00 WIB. Petugas yang menangkap dari rumah sakit berseragam alat pelindung diri (APD). Usai kejadian itu, pengamanan rumah karantina diperketat.

"Petugas yang menjaga pemudik yang dikarantina saya minta tetap humanis. Karena mereka ini kan bukan tahanan, bukan kriminal, jangan sampai mereka stres," papar dia.

Baca Juga:

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat

Ia menambahkan data masuk pada Sabtu siang jumlah pemudik yang dikarantina di Graha Wisata Niaga sebanyak 28 orang berstatus ODP tanpa kejala sakit. Sementara di Dalem Joyokusuman ada empat orang pemudik dengan status orang dengan gejala (ODG).

"Kebutuhan makan tiga kali sehari kita cukupi. Kami juga berikan fasilitas tempat olahraga seperti tenis meja," tutup dia. (Ism)

Baca Artikel Asli