MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah menghadapi musim kemarau panjang.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menentukan waktu pelaksanaan yang paling tepat di tengah fenomena El Nino.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa (4/8), koordinasi dilakukan karena operasi modifikasi cuaca hanya dapat dilaksanakan apabila tersedia awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Maka dengan demikian BPBD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Penanggulangan Bencana Pusat kami koordinasikan kapan waktu yang tepat kalau memang ada awan pasti Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Operasi Modifikasi Cuaca Bergantung pada Kondisi Lapangan
Pramono menegaskan, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca di lapangan, terutama keberadaan awan hujan yang menjadi syarat utama pelaksanaan OMC.
"Jangan sampai kemudian kita sudah memodifikasi tetapi awannya enggak ada," ujar Pramono.
Baca juga:
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Pramono mengatakan Jakarta kini telah memasuki periode El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan kondisi cuaca yang lebih kering.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat meningkat selama periode tersebut.
Sekarang ini kita sudah masuk pada El Nino, musim yang sangat panjang kering, maka ini kalau tidak dijaga bersama-sama kemungkinan untuk kebakaran itu tinggi sekali,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat khusus untuk membahas kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, termasuk menyesuaikan dengan kondisi meteorologi yang berkembang.
"Dan kami besok juga akan rapat secara khusus mengenai apakah modifikasi cuaca itu bisa dilakukan pada kondisi yang seperti ini," pungkasnya. (Asp)