Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemotor di Pasar Rebo Ngantuk Berujung 'Nyungsep' ke Kolong Transjakarta yang Lagi Jalan Santai, Untung Gak Jadi Almarhum

Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026

Merahputih.com - Suasana senyap di Flyover Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, mendadak pecah ketika sebuah sepeda motor mendadak 'menghilang' di bawah rimbunnya bodi bus Transjakarta pada Kamis (12/2) malam.

Insiden dramatis yang sempat viral di jagat maya ini melibatkan unit bus MYS 18180 yang tengah melaju tenang menuju depo dalam kondisi tanpa penumpang. Beruntung, meski kendaraan roda dua tersebut terjepit di kolong bus, nyawa sang pengendara masih dapat terselamatkan dari maut.

Baca juga:

Armadanya Lindas Pejalan Kaki Hingga Tewas, TransJakarta: Kasus Sudah Ditangani Polisi

Kronologi 'Ciuman' Maut dari Belakang

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut murni disebabkan oleh faktor manusia.

Pengendara sepeda motor tersebut mengakui bahwa rasa kantuk yang hebat menjadi pemicu utamanya, sehingga ia kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang bus yang sedang beroperasi tanpa pelanggan tersebut.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan antara operator Mayasari dengan pengendara tersebut,” ujar Ayu Wardhani saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (13/2).

Baca juga:

TransJakarta Lindas Kepala Pejalan Kaki di Cilandak, Korban Tewas di Tempat

Imbauan Keselamatan dan Penyelesaian Damai

Manajemen Transjakarta menyayangkan kejadian yang dipicu oleh kelalaian akibat kelelahan fisik tersebut. Meskipun bus dalam kondisi kosong, potensi bahaya tetap besar jika menimpa kendaraan lain atau fasilitas umum.

Penanganan cepat dilakukan di lokasi untuk mengevakuasi motor dari kolong bus guna menghindari kemacetan panjang di area Pasar Rebo.

Transjakarta juga melayangkan imbauan keras kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga kondisi fisik dan tetap waspada. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan terutama saat berkendara di jam-jam rawan kelelahan guna menghindari potensi kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya.

Baca Artikel Asli