Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengantisipasi adanya penimbunan kebutuhan pokok selama bulan puasa ini dengan melakukan pengawasan rutin ke sejumlah pasar.
"Pengawasan sudah dimulai sejak pekan lalu, tim turun ke lapangan dibantu jajaran kepolisian, kami pastikan pasokan lancar, stok ada dan harga stabil," kata Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, di Bogor, Sabtu (27/5).
Menurut Usmar, hasil pantauan inspeksi mendadak tiga hari lalu menunjukkan stok kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur mencukupi. Harga relatif stabil, walaupun ada kenaikan sekitar Rp500 sampai Rp1.000.
"Memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan. Indikatornya ketika kami tanya ke masyarakat masih mampu beli, karena menjadi kebutuhan," kata Usmar.
Awal pekan lalu, tim Satgas Pangan Kota Bogor yang dikomandoi Polresta Bogor Kota juga berhasil membongkar praktik penimbunan bawang putih. Langkah tersebut berdampak baik bagi stabilitas harga dan pasokan bawang putih di pasaran.
"Saat ini pemerintah harus benar-benar hadir, memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya," kata Usmar.
Upaya lain yang dilakukan adalah mengantisipasi oplosan daging dan produk pangan lainnya.
Dinas Kesehatan bersama Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor menurutnya, selalu melakukan pengawasan secara berkala.
"Kami instruksikan semua instansi bergerak melakukan pengawasan, dan antisipasi jangan sampai ada pengoplosan daging dan produk pangan lainnya, datangi sentra produksinya, awasi peredarannya," kata Usmar.
Sumber: ANTARA