Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemkab Karangasem Selamatkan Harga Ternak Pengungsi Gunung Agung

Eddy Flo - Minggu, 24 September 2017

MerahPutih.Com - Nasib pengungsi Gunung Agung beserta harta bendanya terus mendapat perhatian pemerintah. Setelah warga sekitar Gunung Agung menjual murah ternaknya, kini pemerintah kabupaten Karangasem turun tangan.

Sekarang pengungsi tidak perlu panik, sebab Pemkab Karangasem, Bali mengupayakan membeli ribuan hewan ternak milik para pengungsi Gunung Agung guna mencegah agar tidak dijual dengan harga murah.

"Kami sedang upayakan hewan ternak milik masyarakat yang sedang mengungsi dibeli pemerintah dan dipastikan hewan yang dibeli pemerintah dihargai dengan harga yang pantas, sehingga tidak ada lagi masyarakat menjual hewan ternaknya dengan harga miring," kata Bupati Karangasem Ayu Mas Sumantri di Kabupaten Klungkung, Minggu (24/9).

Masyarakat panik dengan kondisi hewan ternaknya karena pemiliknya berada di lokasi pengungsian sehingga memilih menjual hewan peliharaannya, walau dengan harga yang sangat murah.

Untuk alokasi dana membeli hewan ternak milik warga yang mengungsi ini bersumber dari anggaran pemerintah daerah dan dibantu anggaran dari Pemprov Bali.

"Total alokasi anggarannya belum bisa menjelaskan secara rinci," kata Mas Soemantri sebagaimana dilansir Antara.

"Apabila memang memerlukan anggaran sangat banyak, kami akan upayakan untuk membeli semua hewan ternak milik warga yang mengungsi," katanya.

Dalam upaya ini, Pemkab Karangasem dibantu relawan untuk membantu evakuasi hewan ternak milik warga yang mengungsi itu, untuk dibawa ke tempat yang aman, sekaligus membantu menjualnya agar tidak dijual dengan harga murah.

Sumantri mengatakan pemerintah setempat membeli puluhan ribu ekor ayam petelur yang ditinggal pemiliknya yang mengungsi itu dengan harga yang kompetitif dan kemudian dimanfaatkan untuk konsumsi lauk pauk di pengungsian.

"Kami membeli ayam milik peternak yang ditinggal mengungsi ini, sebagai asupan nutrisi para pengungsi," katanya.

Selain itu, ribuat ternak babi milik masyarakat yang ditinggal menggungsi juga dibeli pemerintah daerah untuk dikonsumsi warga pengungsi.

"Kami tidak ingin warga kami hanya sekadar makan tahu tempe saja, namun hewan ternak milik warga pengungsi ini kami beli dengan harga yang layak," ujarnya.(*)

Baca Artikel Asli