Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintahan Prabowo Tarik Utang Rp 494,3 Triliun hingga 30 September

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026

MerahPutih.com - Pemerintah Prabowo Subianto menarik pembiayaan utang sebesar Rp 494,3 triliun hingga 30 September 2026, atau 59,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 832,2 triliun.

Realisasi pembiayaan utang tersebut masih berjalan sesuai rencana (on track), dengan mempertimbangkan kebutuhan kas pemerintah serta perkembangan kondisi pasar keuangan domestik dan global.

Pembiayaan utang terjaga on track,

ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (9/10).

Realisasi pembiayaan melalui Surat Berharga Negara (SBN) secara neto mencapai Rp 497,5 triliun atau 62,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 799,5 triliun.

Baca juga:

Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih

Sementara itu, pembiayaan melalui pinjaman tercatat negatif Rp3,2 triliun, dibandingkan target pembiayaan pinjaman neto sebesar Rp32,7 triliun.

Secara tahunan, realisasi pembiayaan utang hingga September 2026 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp502,9 triliun.

Namun, pembiayaan melalui SBN meningkat dibandingkan realisasi Januari–September 2025 sebesar Rp471,4 triliun.

Menkeu menegaskan, pemerintah akan tetap berhati-hati dalam menerbitkan SBN dengan memperhatikan kondisi pasar obligasi serta dinamika perekonomian global.

Kita sangat memperhatikan kondisi pasar SBN dan juga kondisi ekonomi global. Karena menerbitkan SBN ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, melihat kondisi pasar, tapi juga harus oportunistik,

katanya.

Menurutnya, pemerintah akan menyesuaikan penerbitan SBN dengan kondisi pasar untuk menjaga efisiensi biaya pembiayaan.

Kalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan. Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit,

ujarnya.
Baca Artikel Asli