MerahPutih.com - Daya beli masyarakat saat ini diklaim tidak melemah, melainkan bergeser seiring perubahan pola konsumsi dan transformasi struktur perekonomian nasional.
Daya beli masyarakat itu tidak melemah, hanya bergeser. Perekonomian kita itu sekarang bertransformasi,
kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo pada program CNBC Indonesia Power Lunch dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11).
Sejumlah sektor usaha industri tradisional yang belum menjadi tulang punggung penyerapan lapangan kerja mengalami tekanan, namun aktivitas ekonomi bergeser ke sektor lain yang berkembang.
Perubahan pola belanja rumah tangga, kata ia, perlu dipahami oleh pelaku usaha agar dapat menyesuaikan strategi bisnis dan melakukan transformasi menghadapi dinamika perekonomian.
Baca juga:
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Ia menambahkan pergeseran konsumsi tersebut turut mempengaruhi perkembangan berbagai sektor usaha, sehingga pemerintah dan dunia usaha perlu bersama-sama mengantisipasi perubahan struktur ekonomi.
Beberapa sektor usaha industri tradisional yang belum menjadi tulang punggung penyerapan lapangan kerja, itu drop, tapi bergeser ke tempat lain. Rupanya memang terjadi pergeseran konsumsi dan pergeseran pola belanja dari rumah tangga. Ini perlu dipahami oleh para pelaku usaha, dan kemudian mereka juga harus bertransformasi,
ujarnya.
Perubahan pola konsumsi turut mempengaruhi perkembangan berbagai sektor usaha. Sejumlah sektor industri tradisional, seperti tekstil, produk tekstil, dan alas kaki, menghadapi tekanan. Sementara itu, sektor telekomunikasi, transportasi, serta hotel dan restoran menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
Pergeseran tersebut menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang perlu diantisipasi baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha,
tuturnya.
Di tengah perubahan tersebut, aktivitas industri pengolahan nasional secara umum masih menunjukkan kinerja ekspansif. Hal itu tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 yang mencapai 53,77 atau meningkat dibandingkan September 2026 sebesar 51,93.
Capaian tersebut menunjukkan meskipun sejumlah subsektor menghadapi tekanan, aktivitas industri pengolahan secara keseluruhan masih berada dalam fase ekspansi.
Dengan demikian, penguatan sektor industri tetap menjadi bagian penting dalam upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan nilai tambah perekonomian,
katanya dikutip Antara.