Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pekerja Trans Papua Dibantai KKB, Jokowi: Saya Pernah Kesana

Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Desember 2018

Merahputih.com - Presiden Jokowi mengaku sudah mengetahui pembunuhan terhadap puluhan pekerja jalan dan jembatan Trans Papua di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12).

Jokowi mengaku, Kabupaten Nduga memang dikenal daerah rawan konflik dan masuk ke dalam zona merah.

"Ini kabupaten yang dulu memang warnanya merah. Saya pernah ke sana," ujar Jokowi kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).

Belum lagi, para pekerja dihadapkan dengan medan yang sulit saat pengerjaan jalan dan jembatan trans papua. Jokowi mengaku, di tengah sulitnya medan, akan ada gangguan-gangguan. "Kita tahu pembangunan di tanah Papua memang medannya sangat sulit dan masih terdapat gangguan-gangguan hambatan seperti itu," jelasnya.

ilustrasi
Ilustrasi (pixabay)

Jokowi juga sudah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek langsung ke lokasi. "Karena ini masih simpang siur, ini masih perlu konfirmasi dulu ke sana apakah betul kejadiannya seperti itu," jelasnya.

Seperti diketahui, kejadian sadis itu terjadi pada minggu (2/12) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Namun, masyarakat baru melaporkan pada Senin (3/12) sekitar pukul 15.30 WIT.

Diduga kejadian itu buntut dari pemotretan yang dilakukan pekerja setelah melihat sekelompok KKB melaksanakan upacara peringatan ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diperingati setiap 1 Desember di lokasi tak jauh dari pengerjaan proyek.

"Didapati, 31 orang ditemukan tewas. 24 orang dibunuh hari pertama, 8 orang yang sempat menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh, 7 orang MD dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri," jelas Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua AKBP Suryadi Diaz, Senin (3/12) malam. (asp)

Baca Artikel Asli