Merahputih.com - Pemerintah didesak segera mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan, tata ruang, serta sistem peringatan dini guna meminimalisir dampak bencana alam di Indonesia.
Selain evaluasi kebijakan, penguasaan teknologi prediksi bencana menjadi poin utama yang didorong untuk menekan angka korban jiwa.
“Kita belajar dari bencana. Semoga ini akan mendorong upaya-upaya koreksi terhadap berbagai kebijakan yang justru di masa lalu memberikan dampak penderitaan pada rakyat,” ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Sabtu (14/2).
Baca juga:
Situasi geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire menuntut sistem mitigasi yang lebih terkoordinasi, cepat, dan efektif.
Oleh karena itu, langkah korektif terhadap kebijakan tata ruang masa lalu harus segera dilakukan agar tidak terus memberikan dampak penderitaan bagi masyarakat.
Sejalan dengan visi partai, PDIP terus mengusung agenda Politik Ekologi melalui gerakan 'Merawat Pertiwi' yang fokus pada penjagaan hutan, sungai, dan disiplin tata ruang. Gerakan ini merupakan kunci utama dalam mencegah kerusakan ekologis yang lebih luas.
Baca juga:
PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy, Simbil Kepemimpinan Perempuan
Sebagai langkah konkret, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memberikan instruksi untuk menyiagakan setidaknya dua batalyon relawan terlatih yang siap dimobilisasi ke lokasi bencana kapan saja.
“Kita mengusung politik ekologi agar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan-hutan kita, kita menyelamatkan bumi agar bumi menyatukan kita,” pungkasnya.