Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PDIP: Anies tak Perlu Gengsi Lanjutkan Program Ahok Atasi Banjir

Andika Pratama - Kamis, 02 Mei 2019

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengingatkan kepada Gubernur Anies bahwa sistem pemerintah yang tumbuh sehat ialah pemerintahan yang berkesinambungan.

Artinya, lanjut dia, Anies tak perlu gengsi untuk melanjukan program atau kebijakan penanganan banjir yang telah dicanangakan pemimpin DKI Jakarta sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. (MP/Asropih)
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. (MP/Asropih)

"Katakanlah pak Anies dalam hal penilaian kurang baik atau kurang sempurna dalam pemerintahan sebelumnya ya ayo kita perbaiki bersama. Saya yakin apa yg dilakukan Ahok tidak sempurna tapi yang kurang sempurna ayo kita sempurnakan di era Anies dalam rangka penuntasan banjir ini," kata Gembong saat dihubungi wartawan, Kamis (2/5).

Gembong juga menuturkan, bahwa Anies juga tak memiliki upaya untuk melanjutkan program penangan banjir yang sudah digagas para penduhulunya. Semisal pengerjan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) juga masih terbengkalai padahal proyek ini sudah dibangun sejak 2015 lalu.

"Konsep sodetan dari Ciliwung ke BKT sampai hari ini kan enggak tuntas kan. Bahwa enggak ada keseriusan atau pematangan konsep untuk melanjutkan program selanjutnya," jelasnya.

Banjir merendam kawasan Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur sejak Minggu (11/11) malam. (FOTO: BPBD DKI)
Banjir merendam kawasan Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur sejak Minggu (11/11) malam. (FOTO: BPBD DKI)

Gembong menduga Anies tak memiliki konsep yang jelas untuk menangani banjir di Jakarta. Ia menilai konsep naturalisasi sungai yang digadang-gadang menjadi solusi jitu mengentaskan masalah banjir di Jakarta hingga kini belum menjanjikan hasil yang memuasakan.

"Konsep penanganan banjir selama dua tahun tidak jelas, kan kita sampai hari ini masih berkutat pada soal normalisais atau naturalisasi, tapi actionnya enggak ada," tutupnya (Asp).

Baca Artikel Asli