PBNU: Lupakan Tragedi '65, Ambil Hikmahnya

Sabtu, 23 September 2017 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai peristiwa G30S/PKI merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia yang harus dijadikan pelajaran berharga.

Tragedi yang menewaskan sejumlah perwira tinggi TNI AD itu tidak boleh memasung bangsa Indonesia dalam konflik berkepanjangan, saling klaim kebenaran, dan mencari kambing hitam.

"Tragedi sejarah bangsa Indonesia yang menyedihkan tidak usah mencari kambing hitam, ya memang ada yang salah dan benar, dan ada juga yang korban dan lupakan saja. Tapi lupakannya bukan berarti melupakan seutuhnya, tapi kita ambil hikmahnya dari sejarah itu," kata Ketum PBNU Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Jakarta Pusat (22/9).

Kiai asal Cirebon itu pun menyatakan kesepakatannya untuk mengadakan pelurusan sejarah agar generasi selanjutnya tidak bimbang.

"Tapi bila ingin meluruskan sejarah saya setuju. Tapi sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak pemberontakan PKI di Madiun hingga puncaknya tahun 1965, tidak sepotong-sepotong," ujarnya.

Biar selanjutnya, kata dia, tidak ada lagi generasi yang didiskriminasikan dengan isu PKI yang kerap muncul tahun ke tahun.

"Setiap tahun pasti ramai, setiap September dimunculkan untuk kepentingan politik," ujar Kiai Said. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pemuda Muhammadiyah Dukung Pembuatan Film G30S/PKI Versi Baru

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan