MerahPutih.com - Ancaman bahan peledak peninggalan Perang Dunia II kembali mencuat di Papua. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua mengamankan dua mortir dari lahan warga di Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Rabu (3/6) malam.
Baca juga:
7 Fakta Ledakan Bom Perang Dunia di Biak, 3 Korban Raib Hingga Sejarah Pertempuran AS-Jepang
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan, temuan itu berawal dari laporan warga yang sedang menggarap lahan di Dister Parako 3 Pasgat, dekat Lapangan Tembak Lanud Silas Papare.
“Amunisi yang ditemukan jenis mortir merupakan peninggalan perang dunia kedua,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito, Kamis (4/6).
Pengamanan Lokasi
Begitu laporan diterima, aparat kepolisian langsung menutup akses sekitar lokasi dan mengimbau warga menjauhi area temuan untuk mencegah potensi bahaya. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi insiden serupa ledakan Biak yang menelan korban jiwa beberapa hari sebelumnya.
Temuan Sebelumnya di Sentani
Sehari sebelumnya, Selasa (2/6), masyarakat juga menemukan bahan peledak UXO (Unexploded Ordnance) di Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani.
Baca juga:
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Benda itu teridentifikasi sebagai UXO jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft) peninggalan PD II yang diduga masih aktif dan berpotensi menimbulkan ledakan besar. Karena berisiko tinggi, tim Jibom melakukan on site disposal atau pemusnahan langsung di lokasi.
“Proses disposal dilaksanakan dalam dua tahap dan berjalan dengan aman serta terkendali, tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar,” Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito. (*)