Panduan Berpuasa bagi Diabetesi

Selasa, 26 Maret 2024 - Dwi Astarini

MERAHPUTIH.COM - MEREKA yang hidup dengan diabetes (diabetesi) diperbolehkan berpuasa jika kadar gula darahnya dalam rentang yang terkontrol. Hal itu disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan Sp.D MM MARS, seperti dilansir ANTARA.

Menurut pendiri Komunitas Sobat Diabet ini, penderita diabetes tetap bisa berpuasa Ramadan dengan syarat gula darah terkontrol. Menurut literatur perhimpunan diabetes, kadar HbA1C penyandang diabetes harus terkontrol di bawah angka 5,7 persen.

Baca juga:

Waktu Terbaik Cek Gula Darah saat Puasa Bagi Penderita Diabetes

Jika angka itu melebihi kadar yang ditentukan, ada risiko yang cukup besar terjadi gangguan ketika diabetesi berpuasa. Oleh karena itu, Rudy menyarankan penyandang diabetes melakukan kontrol satu bulan sebelum puasa untuk mengetahui sejauh mana kondisi pasien dengan gula darah tinggi dan aturan pemakaian obat yang mungkin berubah selama puasa.

“Satu bulan sebelumnya, penyandang diabetes datang ke dokter untuk cek gula darah, untuk dilihat secara risiko aman atau tidak, kemudian pengaturan obat-obatan juga penting,” katanya.

Selain itu, Rudy juga menyoroti pentingnya menjaga asupan makanan saat berbuka. Santapan berbuka puasa untuk penderita diabetes juga harus dikontrol agar gula darah tidak melonjak.

Diabetesi sebaiknya makan dengan porsi seimbang antara karbohidrat, protein, dan serat sesuai anjuran pemerintah dan WHO, kurangi gula, garam, dan lemak. “Boleh berbuka puasa dengan kurma sebanyak 3 atau 5 butir saja,” imbuhnya.

Kurma merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik yang sedang hingga rendah sehingga tidak membuat gula darah naik signifikan yang bisa menimbulkan gejala.

“Gula darah lebih itu bisa pusing, kadang merasa kayak orang haus, sering buang air kecil. Itu tanda berlebihan gula darah, sebaliknya kalau terlalu rendah seperti debar-debar, keringat dingin, itu juga bisa muncul,” tutup Rudy.(*)

Baca juga:

Penelitian: Tidur Kurang dari Lima Jam Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan