Pandemi Bikin Tantangan Baru Dunia Hiburan dan Peran Negara
Selasa, 09 Februari 2021 -
PANDEMI COVID-19 akan memasuki usia pertama di Indonesia sejak pemerintah mengumumkan temuan kasus positif pada Maret 2020. Ada banyak cerita, pengalaman, dan tantangan baru yang harus dilewati sehingga membentuk kita semakin kuat. Tak heran beberapa industri pun tampak dirugikan dengan keberadaan COVID-19.
Industri kreatif menjadi salah satu yang terpukul karena pandemi. Tidak ada lagi kemeriahan pertunjukan musik yang mengundang banyak penonton atau nikmatnya menyaksikan langsung film di bioskop. Semuanya sekarang dilakukan serba daring dan membuat masyarakat “terpaksa” beradaptasi dengan lingkungan baru.
Bagi mereka yang bekerja di industri kreatif, mungkin memutar otak untuk mencari cara tetap bertahan. Tidak sedikit pekerja industri kreatif terpaksa harus merelakan mata pencahariannya karena tidak adanya kegiatan yang bisa dilakukan saat pandemi.
Survei dari Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi), pertengahan 2020 lalu melibatkan 139 pekerja di industri kreatif. Mereka terdiri dari pekerja film, seni pertunjukan, pertunjukan musik, fotografi, hingga desain komunikasi visual.
Baca juga:
Hampir 50 persen koresponden menyatakan kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp5 sampai Rp6 juta sepanjang Maret hingga Juli. Belum lagi mereka yang terdampak adalah usia produktif yakni sekitar 26,31 persen dari total pekerja kreatif di Indonesia berusia 25 sampai 34 tahun.
Mengutip ANTARA, aktor Lukman Sardi selaku Ketua Komite Festival Film Indonesia 2020 mengatakan pandemi hadir di saat industri perfilman Indoneisa tengah berada dalam raihan jumlah penonton dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya sebelum ada COVID-19 sejumlah penonton film Indonesia mencapai angka total 59 juta dalam kurun waktu 2018 sampai 2019. Belum lagi jumlah produksi film yang juga mengalami peningkatan.
Tak hanya itu, jumlah partisipasi film Indonesia yang mengikuti ajang tertinggi juga jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Bioskop yang tutup sementara membuat industri film beralih ke platform streaming.
"Walaupun awalnya sempat kaget tapi sekarang bisa berjalan pelan-pelan. Platform ini bisa membantu film Indonesia untuk tetap bisa berkembang dan berjalan di masa pandemi sekarang ini," kata Lukman.
Baca juga:
Melihat hal ini, pemerintah melalui Kemenparekraf tidak tinggal diam dalam menangani dampak pandemi khususnya di sektor industri kreatif. Kemenparekraf beberapa kali mengajak dialog para pelaku industri kreatif untuk mempererat sinergi dan membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif yang terkena dampak pandemi.
Mereka juga melaksanakan berbagai pelatihan dan webinar yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dan ekonomi kreatif. Kamu juga bisa cek buku panduan protokol kesehatan yang disusun Kemenparekraf lewat laman resminya.
Terlepas dari itu, sinergitas yang kuat baik dari pemerintah, pelaku industri kreatif, dan peran masyarakat sangat diperlukan setidaknya memberikan optimisme dan semangat bahwa pandemi tidak mematikan kreativitas. (and)
Baca juga: