MerahPutih.com - Kehadiran pagar laut di pesisir utara Tangerang rupanya berdampak bagi nelayan yang ada disana. Mereka mengaku sulit melaut karena terhalang pagar itu.
Seperti yang diungkapkan Ubay (40). Dia mengaku penghasilannya sebagai nelayan menurun drastis karena adanya pagar laut ini.
“Sehari saya kadang tak bisa melaut karena terhalang bambu (pagar laut). Susah aksesnya harus mutar jauh kalau mau mancing,” kata nelayan asal Tanjung Pasir, Tangerang ini.
Baca juga:
Pagar Laut Dianggap Ganggu Nelayan, Titiek Soeharto: Laut Bukan Milik Perorangan
Ubay yang biasa menangkap udang ini bahkan beberapa kali tak mendapatkan penghasilan karena sulitnya melaut ke tengah lautan yang banyak ikannya.
“Ibaratnya kami ‘dikunci’ tak bisa keluar rumah,” jelas Ubay.
Dia yang dalam sehari bisa membawa pulang uang Rp 200 ribu ini, kini tak bisa lagi mendapatkan uang dalam jumlah seperti itu.
“Karena memang mau melintas susah. Jadi harus cari tempat jauh otomatis pengeluaran jadi bertambah,” tutur Ubay yang sudah melaut selama 20 tahun ini.
Ubay menganggap, pembongkaran pagar laut yang tengah dilakukan bisa mengembalikan mata pencahariannya seperti sedia kala.
“Jadi kami bisa melintas lagi ke tengah lautan karena pagar-pagar ini sudah dicabut,” harap Ubay seraya mengantar sejumlah awak media meliput proses pembongkaran ini.
Baca juga:
Aksi Nelayan Cabut Pagar Laut Pesisir Laut Kabupaten Tangerang
Sekedar informasi, pembangunan pagar laut misterius Tangerang itu mencaplok wilayah pesisir 16 desa di 6 kecamatan.
Ada masyarakat pesisir yang beraktivitas sebagai nelayan sebanyak 3.888 orang dan 502 pembudidaya di lokasi tersebut.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Nusron Wahid mengakui pagar laut misterius di Tangerang sudah mengantongi sertifikat Hak Guna Bangunan.
Nusron mengatakan jumlah sertifikat hak guna bangunan itu mencapai 263 bidang. Sertifikat itu atas nama beberapa perusahaan. (Knu)