Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil, Hujan di IKN Mampu Diredam

Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Agustus 2024

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 24 jam di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berhasil. Bahkan, modifikasi cuaca berhasil mengurangi potensi hujan hingga 97 persen.

Ada tiga pesawat yang digunakan untuk modifikasi cuaca. Yaitu 1 unit Casa 212 - 200 milik TNI Angkatan Udara dan 2 unit Cessna Caravan 208B milik PT Smart Cakrawala Aviation yang digunakan untuk mencegah awan hujan masuk di kawasan IKN. Pesawat tersebut diterbangkan dari Samarinda dan Balikpapan.

Operasi ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. Di antaranya adalah Istana Kepresidenan, Bandar Udara VVIP IKN, dan Jalan Tol menuju kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.

Baca juga:

Kemensetneg Datangkan 1000 Mobil Mewah ke IKN, Harga Sewa Capai Rp 25 Juta Per Unit

"Hanya tiga persen hujan yang masih terjadi namun lebih bersifat lokal dengan intensitas ringan dan durasi yang singkat, yaitu berkisar 1 jam," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin (5/8).

Dwikorita mengatakan, keberhasilan OMC ini membuat proses pengerjaan berbagai proyek di IKN dapat berjalan dengan lebih maksimal dan optimal.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakanoperasi modifikasi cuaca, kata dia, dilaksanakan selama 24 jam non-stop tanpa henti.

“Sehingga tujuan agar potensi hujan di kawasan IKN yang meliputi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Kawasan Inti, dan Kawasan Penyangga dapat dikurangi,” jelas Seto.

Seto menjelaskan, BMKG selaku pelaksana OMC berperan menentukan awan dan titik koordinat untuk penyemaian awan dengan bahan semai NaCl maupun CaO.

Baca juga:

Kajian Awal Peringatan Dini BNPB Temukan IKN Rawan Banjir dan Tanah Longsor

Lalu, setelahnya bahan semai tersebut akan diangkut dengan menggunakan pesawat milik TNI AU dan PT Smart Cakrawala Aviation untuk ditabur secara manual di atas awan target.

Penyemaian awan atau cloud seeding tersebut dilakukan di awan-awan hujan cumulus. Bahan semai disemai bertujuan untuk mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki wilayah IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Menurut Seto, bahwa sebenarnya saat ini sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki musim kemarau, namun kawasan IKN cukup unik karena merupakan daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun.

“Sehingga, wilayah IKN normal disebut mengalami kemarau basah,” tutup Seto.

Baca Artikel Asli