MerahPutih.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan calon anggota dewan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih periode 2020-2023. Mereka antara lain John A. Prasetio sebagai komisaris utama, serta Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, Karman Pamurahardjo, dan Pandu Patria Sjahrir sebagai komisaris.
Hanya Komisaris Utama John A. Prasetio yang tetap menjabat Komisaris Utama BEI, empat nama lainnya, menggantikan komisari sebelumnya. Untuk periode ini, keponakan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan, Pandu Patria Sjahril yang juga Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) 2018, terpilih sebagai ketua umum periode 2018-2021.
OJK menegaskan, penetapan komisaris tersebut, didasari ketentuan pasal 40 ayat 1 Peraturan OJK Nomor 58 Tahun 2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek, serta hasil penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilakukan oleh Komite Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Calon Anggota Dewan Komisaris BEI Masa Jabatan 2020-2023, setelah diajukan kelompok anggota bursa.
Baca Juga:
Moeldoko Punya 5 Deputi Anyar, Ini Profilnya
Pandu merupakan pengusaha yang sukses diberbagai bidang terutama sumber daya alam batubara. Iapun tercatat sebagai Presiden Komisaris SEA Group, serta komisaris aplikasi layanan digital Gojek.
Pria yang dilahirkan di Amerika Serikat ini dan merupakan putra Ekonom Sjahril ini, rencananya akan dikukuhkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham akhir bulan ini. Pandu sendiri saat ini menjadi direktur di PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).
Dilansir dari profil perusahaan, Pandu Patria Sjahrir meraih gelar Sarjana dari University of Chicago, Amerika Serikat dan Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business, Amerika Serikat.
Sebelum bergabung dengan PT Toba Bara Sejahtra Tbk, pernah berkarir sebagai Analis Senior spesialisasi sektor energi dan pertambangan di Matlin & Patterson dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010, sebagai Principal di Byun & Co, Alternative Energy Fund Asia (2002 – 2005) dan sebagai Analis di Lehman Brothers (2001 – 2002).
Ia diangkat sbagai Direktur Perseroan sejak tanggal 1 Oktober 2010 berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Oktober 2010. Pada tahun 2014, beliau mendapat “Asian Society Young Leaders Awards” yaitu penghargaan untuk pemimpin muda di bawah usia 40 tahun oleh Asia Society.
Berdasarkan Akta No. 87 tanggal 26 Mei 2017 yang dibuat di hadapan Notaris Aryanti Artisari, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan beliau diangkat kembali sebagai Direktur Perseroan terhitung sejak tanggal pengangkatan untuk periode masa jabatan kedua.
Baca Juga:
Setelah Solo, Giliran APBD Pontianak Kolaps Gegara COVID-19