Harpitnas (hari kejepit nasional), istilah ini kerap membuat pegawai ogah-ogahan pergi ke kantor. Pasalnya, pasca libur nasional jelang weekend (akhir pekan), pegawai lebih memilih menambah libur ketimbang masuk kerja.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tidak tertarik menyidak anak buahnya pasca libur Waisak.
"Ngapain sidak. Kayak anak kecil saja. Ini mereka sudah dewasa semua. Kalau saya sidak, kapan kerjanya. Kita harus berpikir untuk yang lebih besar, lebih penting dan lebih fokus," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/5).
Meski tidak menggelar sidak secara langsung, namun diakuinya, tetap memantau PNS-nya melalui BKD.
"Ini sudah ada yang urus, BKD dan inspektorat. Tinggal saya terima laporan. Sidak, sidak itu lebih banyak pencitraannya saja, mohon maaf. Ngabisin waktu," imbuhnya.
Melalui BKD dan inspektorat tersebut, Djarot menerima laporan. Tentunya, jika ada yang melanggar akan ada sanksi.
"PNS telat pasti dapat sanksi. Kan ada laporannya, ada aturannya. Saya sampaikan kemarin waktu rapat. Kita bukan lagi anak anak kecil, kita semua bertanggung jawab dan total," ucapnya. (Fdi)
Baca juga berita lain dari Balai Kota Jakarta dalam artikel: Terima Aduan Warga Di Balai Kota, Djarot: Kita Pakai Sistem Baru