Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Nominal Uang Saku Atlet Indonesia di Olimpiade 2020

Andika Pratama - Kamis, 08 Juli 2021

MerahPutih.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan uang saku kepada atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 sebesar 300 dolar AS atau sekitar Rp4,3 juta per harinya.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono menjelaskan, nominal uang saku tersebut juga berlaku bagi para pelatih yang mendampingi atlet ke Tokyo.

Baca Juga

28 Atlet Indonesia Berlaga di Olimpiade 2020

"Atlet akan menerima uang saku 300 dolar AS per hari selama mulai keberangkatan sampai kepulangan terakhir. Uang saku akan diberikan secara bertahap per lima hari langsung ditransfer ke rekening atlet,” ucap Ferry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/7).

Bekal uang saku tersebut meningkat dari jumlah yang diterima para atlet yang bertanding di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro sebesar 241 dolar AS (Rp3,1 juta).

Selain uang saku, pemerintah juga menanggung biaya akomodasi dan penerbangan kontingen ke Tokyo. Para atlet akan mendapatkan fasilitas penerbangan kelas bisnis, sedangkan ofisial dan yang lainnya naik dengan kelas ekonomi premium.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry J Kono. ANTARA/HO-Komite Olimpiade Indonesia/am.
Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry J Kono. ANTARA/HO-Komite Olimpiade Indonesia/am.

Indonesia akan memberangkatkan 28+1 atlet cadangan yang akan tampil pada delapan cabang olahraga Olimpiade 2020, yakni bulu tangkis (11), panahan (4), menembak (1), dayung (2), angkat besi (5), renang (2), atletik (2), dan surfing (1+1 atlet cadangan).

Keberangkatan tim Merah Putih ke Tokyo terbagi menjadi lima kloter. Pertama, tim bulu tangkis yang menjalani pemusatan latihan di Kumamoto akan bertolak lebih awal pada 8 Juli, dilanjutkan tim advance, yang bertugas meninjau lokasi, bertolak pada 15 Juli.

Penerbangan selanjutnya adalah tim panahan, menembak, dayung, surfing, angkat besi, serta renang pada 17 Juli. Penerbangan keempat adalah Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan ketua CdM bersama tim pada 20 Juli, dan terakhir adalah atletik pada 24 Juli. (*)

Baca Juga

Lima Lifter Indonesia Dipastikan Berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo

Baca Artikel Asli