Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Negara G7 Bakal Lepaskan Cadangan Minyak Untuk Tekan Lonjakan Harga

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Maret 2026

MerahPutih.com - G7 atau Group of Seven yang terdiri dari tujuh negara dengan ekonomi maju utama di dunia, terdiri atas AS, Inggris Raya, Italia, Jepang, Jerman, Kanada dan Prancis,bersiap mengeluarkan cadangan minyak untuk menekan harga akibat dampak perang di Irak.

Para menteri keuangan dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) telah membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi dalam pertemuan daring, Senin (9/3) yang juga melibatkan Badan Energi Internasional (IEA)

“Kami sepakat mengambil langkah-langkah guna mendukung pasokan energi global dan langkah lain yang diperlukan,” kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kepada wartawan usai pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, IEA menyerukan agar upaya menuju pelepasan bersama cadangan minyak segera dilakukan.

Baca juga:

Harga MinyakDunia Melonjak, Sementara Pemerintah Bakal Tahan Harga Bahan Bakar Minyak

Di mana, para menteri energi G7 akan mengadakan pembicaraan dalam waktu dekat untuk membahas rincian kemungkinan pelepasan cadangan minyak tersebut di tengah lonjakan harga minyak akibat penyerbuan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan kondisi pasar minyak global “memburuk dalam beberapa hari terakhir,” dengan mengutip berkurangnya produksi minyak serta tantangan dalam jalur transit melalui Selat Hormuz.

“Hal ini menciptakan risiko yang signifikan dan terus meningkat bagi pasar. Kami membahas semua opsi yang tersedia, termasuk menyediakan cadangan minyak darurat IEA ke pasar,” katanya dalam pernyataan tersebut.

IEA mencatat, negara-negara anggota saat ini memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat publik, dengan tambahan sekitar 600 juta barel cadangan industri yang disimpan berdasarkan kewajiban pemerintah.

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure dilaporkan mengatakan usai pertemuan bahwa anggota G7 belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pelepasan cadangan minyak yang dikoordinasikan oleh IEA pernah dilakukan pada 2022 untuk menjaga stabilitas pasar minyak setelah Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Financial Times, yang pertama kali melaporkan pembahasan G7 sebelum pertemuan berlangsung, menyebutkan bahwa AS termasuk di antara sejumlah negara yang menyatakan dukungan terhadap pelepasan cadangan minyak secara bersama.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah pejabat AS menilai pelepasan bersama dalam kisaran 300 juta hingga 400 juta barel, atau sekitar 25 hingga 30 persen dari total cadangan 1,2 miliar barel, dapat menjadi langkah yang tepat, dengan koran tersebut mengutip sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

AS dan Jepang tercatat, bersama-sama memiliki sekitar 700 juta barel dari total cadangan minyak publik tersebut.

Baca Artikel Asli