Lewat Fotografi dan Karya Visual, Seniman Sumatra Kritik Karhutla

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Lewat Fotografi dan Karya Visual, Seniman Sumatra Kritik Karhutla

Ichalago Chaniago tampilkan fotografi untuk medium seni pengingat Karhutla. (foto: Ichalago Chaniago)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra menjadi persoalan yang mengusik kehidupan masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, sekelompok seniman dari Jambi dan Palembang memilih jalur seni untuk menyampaikan kritik dan keresahan mereka. Melalui karya seni visual, fotografi konseptual, hingga pertunjukan, mereka menghadirkan gambaran tentang kerusakan lingkungan sekaligus dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Salah satu seniman yang terlibat dalam upaya tersebut yakni Ichalago Chaniago, seniman asal Jambi yang memanfaatkan fotografi sebagai medium untuk menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi lingkungan di daerahnya. Melalui rangkaian foto yang dibagikan di akun Instagram pribadinya, @ichalago, ia mempertemukan identitas budaya dengan lanskap hutan yang hangus terbakar.

Dalam karya tersebut, sejumlah perempuan terlihat mengenakan pakaian adat tradisional Jambi berwarna merah dan hitam, lengkap dengan masker yang menutupi wajah mereka. Mereka berdiri di tengah hamparan lahan bekas kebakaran, dikelilingi batang-batang pohon yang menghitam, sisa abu, dan lanskap yang kehilangan kehijauannya.

Kontras antara busana adat yang kaya warna dan lingkungan yang rusak menjadi elemen penting dalam komposisi visual tersebut. Pakaian tradisional merepresentasikan identitas serta kekayaan budaya masyarakat, sedangkan masker menggambarkan kenyataan ketika udara yang seharusnya menjadi bagian paling mendasar dalam kehidupan justru berubah menjadi ancaman.

Baca juga:

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak



Melalui pendekatan itu, Ichalago tidak sekadar memperlihatkan kerusakan hutan sebagai persoalan ekologis. Ia juga membawa perhatian pada manusia yang harus menjalani keseharian di tengah kepungan asap. Mata yang terasa perih, tenggorokan yang sakit, hingga anak-anak yang kesulitan bernapas menjadi bagian dari keresahan yang disampaikan melalui karya tersebut.

Dalam konteks karya Ichalago, penggunaan busana adat di tengah hutan yang terbakar juga membawa lapisan makna mengenai hubungan antara lingkungan dan kebudayaan. Alam bukan sekadar latar tempat manusia menjalani kehidupan, melainkan ruang yang menopang keberlangsungan tradisi, aktivitas sosial, dan kehidupan berbagai makhluk.

Ketika hutan rusak dan udara tercemar, dampaknya tidak berhenti pada hilangnya pepohonan. Masyarakat turut menghadapi gangguan kesehatan dan aktivitas sehari-hari, sedangkan ekosistem yang menjadi tempat hidup berbagai satwa juga terancam. Dengan demikian, persoalan karhutla menyentuh banyak aspek kehidupan yang berkaitan.

Lewat fotografi, lukisan, dan pertunjukan, Ichalago bersama kolektif seniman dari Jambi dan Palembang menyampaikan harapan yang sederhana, tetapi mendasar: hutan yang terjaga, langit yang kembali biru, dan udara bersih yang dapat dihirup tanpa rasa takut. Menurutnya, memperoleh udara yang sehat bukanlah kemewahan, melainkan hak setiap makhluk hidup.(Far)




Baca juga:

Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Fotografi #Seni Rupa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Lewat Fotografi dan Karya Visual, Seniman Sumatra Kritik Karhutla
Melalui rangkaian foto yang dibagikan di akun Instagram pribadinya, @ichalago, ia mempertemukan identitas budaya dengan lanskap hutan yang hangus terbakar.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Lewat Fotografi dan Karya Visual, Seniman Sumatra Kritik Karhutla
Indonesia
Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak
Karhutla dan kabut asap berdampak pada 1.673 penerbangan domestik. Simak daftar 6 bandara terdampak dan penjelasan Kemenhub soal hak penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Indonesia
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Berdasarkan laporan Kepala BNPB, masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Dunia
Kualitas Udara Memburuk akibat Kabut Asap: Singapura Subsidi Pengobatan, Malaysia Batasi Aktivitas Sekolah
Singapura mulai memberikan subsidi biaya perawatan medis akibat kabut asap.
Yusuf Abdillah - Senin, 12 Oktober 2026
Kualitas Udara Memburuk akibat Kabut Asap: Singapura Subsidi Pengobatan, Malaysia Batasi Aktivitas Sekolah
Indonesia
Pemerintah Indonesia Belum Sambut Rencana Bantuan Malaysia Padamkan Karhutla
Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting mendapatkan perhatian khusus oleh Presiden Prabowo Subianto, mengingat taman nasional itu merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Pemerintah Indonesia Belum Sambut Rencana Bantuan Malaysia Padamkan Karhutla
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Indonesia
Kebakaran Hutan dan Lahan Belum Padam, Menhut Klaim 50 Helikopter Masih Beroperasi
Helikopter sangat membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau petugas di darat. Namun, penerbangan helikopter terkendala ketika jarak pandang pilot terbatas akibat kabut asap tebal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Kebakaran Hutan dan Lahan Belum Padam, Menhut Klaim 50 Helikopter Masih Beroperasi
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Bagikan