MerahPutih.com - Demi membangkitkan semangat maritim puluhan anak buah kapal di Pelabuhan Rakyat Tanjung Perak Surabaya melakukan upacara bendera di atas beberapa kapal pinisi secara bersamaan.
Upacara peringatan kemerdekaan kali ini dikemas secara ala kadarnya dengan nuansa keseharian ABK. Pengibaran bendera merah putih juga tidak menggunakan tali yang ditarik di tiang. Melainkan bendera tersebut dipanggul dan dibawa ke tiang kapal setinggi lima meter dengan cara memanjat.
Dari pantauan merahputih.com, memang tampak natural sekali sebab yang hadir adalah seluruh ABK kapal kapal kayu yang berhenti.
Meski banyak kapal berhenti mereka tetap pada satu pandangan, pada kapal yang ada di tengah tempat bendera dikibarkan.
Bahkan juga tampak keragaman sekali. Sebab para ABK yang ikut melakukan penghormatan bendera ada yang di samping dermaga, ada yang di atas dek kapal, ada yang di warung termasuk yang ada di truk-truk yang sedang melakukan bongkar muat.
Bahkan, pakaian mereka juga memakai pakaian keseharian, seperti memakai celana pendek. Atau memakai sarung biasa tanpa memakai sandal.
Karena mereka berasa dari berbaga macam suku, ada yang menunjukkan kedaerahannya, seperti dari Bugis memakai songkok daerah. Dan yang dari Jawa juga memakai sarung yang dislempangkan ke badan.
Sementara makna dari pengibaran bendera di Kalimas ini, selain peringatan HUT RI, mereka juga ingin menunjukkan jika orang orang maritim yang bersandar di pelabuhan rakyat ini masih eksis meskipun tidak lagi diperhatikan pemerintah.
"Dan intinya kami juga ingin menunjukkan atau mengingatkan pada pemerintah jika orang orang maritim inilah yang dulu pernah jaya mempersatukan nusantara melalui jalur laut," kata komandan upacara Lukman Ladjoni.
"Ini menarik. Bulu kuduk saya tadi sempat merinding. Ini seolah-olah membenarkan jika nenek moyang kita seorang pelaut," sahut ABK yang lain. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ketika Bendera Pusaka Diarak Dari Monas Ke Istana