MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mulai mempertimbangkan aturan larangan anak di bawah 5 tahun boleh masuk ke mal. Hal ini menyusul munculnya klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa mengatakan pihaknya kembali menimbang sejumlah aturan terkait kebijakan publik yang diterapkan pada PPKM Level 2 ini. Kali ini anak di bawah 5 tahun tidak lagi diizinkan berada di mal.
Baca Juga
Mendagri Tito Perintahkan Gibran Atasi Klaster Sekolah di Solo
"Kita kaji ulang aturan anak di bawah umur masuk keramain. Aturan itu nanti akan dituangkan dalam SE Wali Kota," kata Teguh, Senin (1/11).
Ia mengatakan lokasi pusat keramaian itu meliputi mal, tempat wisata, dan ruang publik lainnya. Untuk aturan saat ini anak dibawah lima tahun boleh masuk pusat keramaian dengan syarat pendampingan orang tua dengan aplikasi PeduliLindungi.
"Perubahan aturan itu perlu menjadi perhatian bagi para orang tua. Karena anak belum divaksin dan rawan terpapar corona," kata dia.
Ia mengaku pembatasan aturan bagi anak ini drafnya baru disusun. Pihaknya tinggal menunggu persetujuan dari Wali Kota Solo.
"Kita tunggu dari Wali Kota saja soal drafnya seperti apa. Nanti akan dituangkan dalam SE Wali Kota," kata dia.
Dikatakannya, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait kebijakan baru tersebut. Selain itu juga bakal memperketat pengawasan dalam penerapan protokol kesehataan.
"Pokoknya kita tidak bosan untuk mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin prokes 5M," kata dia.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan mencatat banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat selama penerapan PPKM Level 2 diberlakukan. Pelanggaran yang paling mudah ditemukan adalah pelanggaran dalam penerapan protokol kesehatan.
"Ada yang sengaja tidak pakai masker, dan jaga jarak. Pelanggaran jam operasional suatu lokasi usaha juga kerap kita temukan. Ini jadi bahan evaluasi," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Viral Mobil Plat Merah AD Halangi Ambulans Diduga Milik Pemkot Solo, Ini Respons Gibran