MerahPutih.com - Kerusuhan terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5) di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.
Dalam kericuhan tersebut terdapat tulisan 'Rakyat Anti Kapitalisme May Day Rezim Fasis' di beton pembatas jalan. Diduga, aksi tersebut dilakukan oleh kelompok Anarko Sindikalisme.
Kepala Staf Presiden Jenderal Purn TNI Moeldoko mendesak Polri mencari tahu otak di balik kelompok Anarko Sindikalisme yang berbuat onar saat perayaan hari buruh.
"Kita minta (polisi) mendalami dan ingin tahu siapa otak di baliknya," kata Moeldoko dalam keterangannya, Kamis (2/5).
Moeldoko belum tahu pasti motif kelompok itu membaur dan melakukan vandalisme saat peringatan Hari Buruh Internasional. Saat ini, Polri masih mendalami motif kelompok dengan pakaian serbahitam itu.
"Lagi didalami. Handphone mereka juga sudah mulai dibuka sehingga ketahuan," kata Moeldoko.
Moeldoko menyebut kelompok Anarko Sindikalism telah eksis sejak tiga tahun lalu. Kelompok ini memang dikenal sering melakukan vandalisme.
Mantan Panglima TNI ini menilai insiden yang terjadi di Jakarta dan Bandung cukup terstruktur. Ia khawatir kelompok ini ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.
"Kalau ada pihak tertentu ingin laksanakan niat tertentu dalam event tertentu bisa jadi amunisi bagi mereka," jelas Moeldoko. (Knu)