Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

MK Minta Maaf Pemilu Serentak 2019 Banyak Makan Korban Jiwa

Wisnu Cipto - Rabu, 08 Mei 2019

MerahPutih.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 merupakan pemilu terumit di dunia. Pernyataan itu disampaikan Ketua MK Anwar Usman dalam situs resmi lembaga, Rabu (8/5).

Pemilu Serentak merupakan buntut dari keputusan MK pada 2013 silam. Kala itu, MK memutuskan Pemilu 2019 dan seterusnya digelar secara serentak baik Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

BACA JUGA: Ada 11 Tahapan Penanganan Sengketa Pemilu di MK

Namun, Anwar pun tak menduga dalam Pemilu serentak 2019 ini memakan korban jiwa dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu.

"Sebagai Ketua MK, saya juga ikut merasa berdosa," kata Anwar, sebagaimana dilansir MerahPutih.com dari laman resmi MK, Jakarta, Rabu (8/5).

> src="https://img.merahputih.com/media/c2/11/93/c211938ed04e4518d95f17a0b17f0886.jpg" alt="Jenazah petugas KPPS dari Kalsel yang meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019 (Antaranews)"> >>Jenazah petugas KPPS dari Kalsel yang meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019 (Antaranews)

Anwar mengungkapkan seorang hakim ketika menjatuhkan sebuah putusan jika putusannya benar, maka ia akan mendapatkan dua pahala. Lantas, jika putusannya itu salah, hakim tersebut hanya akan mendapat satu pahala.

"Dua pahala itu adalah pahala ijtihad dan pahala kebenaran. Sementara jika hakim tersebut memutus salah, maka hanya akan terhitung satu pahala, yakni pahala ijtihad," tutup Ketua MK itu.

BACA JUGA: Ratusan Petugas KPPS Wafat, TKN Sebut Zalim Kalau Ada yang Bilang Curang

Berdasarkan data yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Sabtu (4/5) lalu petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah menjadi 440 orang dan yang sakit berjumlah 3.788 orang. (Asp)

Baca Artikel Asli