Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Indonesiaku

Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026

MerahPutih.com - Menyemarakkan euforia warga melalui kebudayaan dengan cara kreatif dan kekinian menjadi semangat yang diusung Noema Resort Pererenan melalui Mereren Fest 2026.

Festival yang berlangsung pada 21-23 Agustus lalu itu tidak hanya menghadirkan hiburan. Mereren Fest juga menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus mempererat hubungan antara resort, masyarakat, seniman, dan komunitas di Pererenan, Bali.

Director of Brand and Marketing Noema Resort Pererenan, Arcky Aldwi Yanri, mengatakan penyelenggaraan Mereren Fest melibatkan desa adat yang selama ini aktif menjaga warisan budaya lokal Bali, termasuk keberadaan rumah Merajan alias Mereren.

Noema juga menggandeng kawula muda Pererenan untuk ikut menghidupkan festival, terutama melalui permainan tradisional layangan.

"Kita mengajak bekerja sama dengan desa adat Pererenan pertama, lalu kita juga mengajak anak-anak mudanya mungkin kalau di Jakarta semacam karang tarunanya," kata dia saat dihubungi, Selasa (8/9).

Baca juga:

Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas

Arcky mengaku senang Noema Resort Pererenan dapat menjadi pemantik bagi kembalinya aktivitas hiburan tradisional masyarakat Pererenan yang sempat terhenti.

Menurutnya, kegiatan serupa sebenarnya sudah pernah berlangsung sebelum Noema hadir. Namun, pandemi membuat aktivitas tersebut berhenti. Noema kemudian bersama anak-anak muda Pererenan kembali menggelarnya pada 2025.

"Sebenarnya sebelum ada Noema Resort Pererenan, aktivitas festival ini tuh sudah sempat ada, namun karena pandemi dan akhirnya terhenti, sampai tahun 2025 kemarin kita bikin lagi tuh sama teman-teman karang taruna di Pererenan," katanya.

Ruang Inklusif bagi Warga dan Seniman

Kembalinya Mereren Fest menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Festival tersebut mempertemukan warga, komunitas, seniman, hingga musisi dalam satu ruang yang sama.

Bagi Arcky, dari kegiatan inilah suasana inklusif dapat tercipta. Tidak ada batas antara masyarakat desa, anak muda, seniman, maupun tamu yang datang menikmati rangkaian acara.

Semuanya having fun together, semuanya senang, semuanya kebahagiaan, tidak ada eksklusifitas, jadi semuanya inklusif, semuanya termasuk teman-teman dari desa, teman-teman dari karang taruna, seniman-seniman Bali, lalu ada musisi-musisi Bali juga luar negeri, kita mengundang Telepomusik dari Perancis,

Director of Brand and Marketing Noema Resort Pererenan, Arcky Aldwi Yanri.

Selain festival layangan, Mereren Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan lain, mulai dari workshop kreatif, aktivitas kebugaran, pertunjukan musik, hingga pengalaman kuliner.

"Untuk pengalaman kuliner, Noema membuka tenant di pantai, bersama Bulung Restaurant milik Episode Kuta Bali. Kita ada aktivasi di pantai, terus kita juga ada BBQ di Papa Rempah, dan lain sebagainya," katanya.

Penyelenggaraan Mereren Fest tahun ini juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun Noema Resort Pererenan. Bagi Arcky, momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena Noema yang masih relatif muda dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitarnya.

"Mereren Fest 2026 jadi tahun ke-2, berbarengan juga dengan satu tahunnya anniversary Noema Resort," katanya.

Mereren Passport Ajak Pengunjung Kenali Bisnis Lokal

Semangat Mereren Fest tidak hanya berhenti di area Noema Resort Pererenan. Salah satu program yang dirancang untuk membawa semangat festival ke lingkungan sekitar adalah Mereren Passport.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Noema dengan berbagai bisnis yang berada di sekitar resort, mulai dari restoran, salon, butik, tempat perawatan, kafe, hingga tempat sarapan.

Konsepnya dibuat seperti bepergian ke luar negeri. Pengunjung Mereren Fest dibekali buku kunjungan yang diklaim sebagai paspor. Saat datang ke tiap tenant Mereren Neighborn, pengunjung mendapatkan stempel.

Semakin banyak stempel yang dikumpulkan, semakin besar kesempatan pengunjung mengikuti lucky draw yang disiapkan Noema Resort Pererenan.

Arcky mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar festival tidak hanya menjadi aktivitas yang terpusat di dalam resort, tetapi turut menggerakkan lingkungan di sekitarnya.

"Festival itu tidak hanya berpusat di Noema, tapi kami membawa semangatnya ke lingkungan sekitar dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menikmati serta mengeksplorasi neighborhood. Kami ingin terus mengembangkan ya konsep Mereren Fest agar selalu memiliki sesuatu yang baru dan relevan nih," katanya.

Konsep tersebut sekaligus membuat Mereren Fest memiliki dimensi yang lebih luas. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan atau menikmati festival, tetapi juga diajak mengenal berbagai usaha dan ruang kreatif yang berada di sekitar Pererenan.

Berharap Menjadi Agenda Tahunan

Ke depan, Arcky berharap Mereren Fest dapat berkembang menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat Pererenan dan komunitas yang lebih luas.

Ia melihat festival tersebut berpotensi menjadi signature annual event sekaligus intellectual property Noema Resort Pererenan yang terus berkembang, tanpa kehilangan akar utamanya sebagai ruang pertemuan masyarakat dan komunitas.

"Selain bisa menjadi signature annual event atau IP-nya Noema Resort Pererenan yang terus berkembang, acara ini juga menjadi agenda yang dinanti-nanti oleh teman-teman, masyarakat, dan komunitas," ujarnya. (Tka)

Baca Artikel Asli