Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Menteri Transportasi Spanyol Mengundurkan Diri, Didorong Martabat Politik

Dwi Astarini - 2 jam, 12 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — MENTERI Transportasi Spanyol Oscar Puente mengundurkan diri. Pengunduran diri ini terjadi enam hari setelah tabrakan kereta cepat yang menewaskan sedikitnya 69 orang dan melukai puluhan lainnya.

Ia mengumumkan keputusannya di Kongres setelah memberikan kesaksian mengenai bencana yang terjadi pada Rabu lalu di dekat Kota Urda, sebelah selatan ibu kota Madrid. Dalam insiden itu, sebuah kereta menghantam bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti.

"Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak dapat tetap menjabat setelah dua kecelakaan dengan tingkat keparahan seperti ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun," ujarnya. Puente merujuk pada kecelakaan di jalur yang sama pada Januari yang menewaskan 46 orang.

Kecelakaan minggu lalu merupakan salah satu bencana kereta api terburuk dalam sejarah modern Eropa. Itu merupakan kecelakaan terburuk di Spanyol sejak 2013.

Puente mengumumkan keputusannya pada akhir sesi panjang di Kongres pada Selasa malam. Ia sempat memaparkan langkah-langkah keselamatan kereta api yang baru dan diinterogasi secara intensif oleh pihak oposisi. Puente sempat menyatakan beberapa hari lalu bahwa ia akan tetap bertahan di jabatannya. Oleh karena itulah, pengunduran dirinya ini tampaknya mengejutkan banyak pihak.

“Saya tidak hanya mundur dari jabatan saya sebagai menteri transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar pencalonan untuk pemilihan legislatif yang dipercepat,” ujarnya.

Baca juga:

2 Kereta Bertabrakan di Spanyol, 64 Tewas



Jadi Sorotan Jelang Pemilu



Posisi Puente langsung berada di bawah sorotan tajam setelah kecelakaan pada 28 Oktober tersebut.

Oposisi utama, Partai Rakyat (People's Party/PP) yang berkonservatif dan partai sayap kanan Vox menuntut pengunduran dirinya. Hal seupa yang juga disuarakan beberapa sekutu pemerintah. Mereka berpendapat sang menteri harus bertanggung jawab atas sistem kereta cepat yang kini dianggap tidak aman oleh banyak warga Spanyol. Akibat dari kecelakaan maut itu, kredibilitas Puente, bahkan diakui Perdana Menteri dari Partai Sosialis, Pedro Snchez, telah hancur.

Pihak oposisi juga mengkritik Puente karena dinilai mengambinghitamkan kesalahan manusia atas kecelakaan tersebut. Oposisi mengklaim sang menteri berusaha mengalihkan kesalahan dari kegagalannya sendiri.

Kecelakaan kereta api dan keputusan Puente ini terjadi pada momen krusial dalam kalender politik Spanyol, dengan adanya pemilihan umum yang dipercepat pada 29 November mendatang. Banyak pengamat melihat kecelakaan ini sebagai pukulan telak dalam pemilu bagi pemerintah yang dipimpin Partai Sosialis, yang akan menyulitkan Sanchez untuk membalikkan keadaan di jajak pendapat dan memenangi pemilu.

Dilema Puente menempatkannya dan Perdana Menteri pada posisi yang serbasalah. Menolak mengundurkan diri dapat terlihat tidak sensitif setelah bencana tersebut, sedangkan mundur dapat terlihat seperti mengakui bahwa ia dan pemerintah bersalah.

Pada akhirnya, Puente memilih opsi kedua, dengan menegaskan bahwa keputusannya didorong ‘martabat politik’. Perdana Menteri memuji koleganya yang telah menghadapi situasi tersebut, memberikan jawaban dan solusi, dan kemudian mengundurkan diri.

"Demi martabat. Atas kehendaknya sendiri. Demi rasa hormat kepada para korban," tambah Sanchez.


Baca juga:

2 Kereta Tabrakan di Spanyol, Kampanye sampai Copa del Rey Dibatalkan



Pengganti Harus Bisa Pulihkan Kepercayaan




Banyak warga Spanyol kini akan mempertanyakan kemampuan penerus Puente dalam memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta api di negara tersebut.

Kecelakaan pada Rabu lalu melibatkan kereta yang dioperasikan perusahaan milik negara Renfe yang membawa 397 penumpang dan kereta yang sedang berhenti milik operator swasta Iryo yang membawa 147 penumpang.

Masalah yang dilaporkan pada sistem persinyalan otomatis, sebuah kegagalan komputer, telah memaksa seluruh kereta untuk berhenti di jalur yang terdampak. Bocoran rekaman audio yang dipublikasikan di media Spanyol tak lama setelah kecelakaan mengungkapkan percakapan antara masinis kereta dan pusat kendali hanya beberapa menit sebelum bencana terjadi.

Tiga rekaman percakapan antara pusat kendali Madrid dan dua masinis kereta tampaknya menunjukkan kereta Renfe diberi izin untuk melaju meskipun kereta lain telah berhenti di jalur tersebut, sekitar 25 km di depannya.(dwi)

Baca juga:

46 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api di Spanyol, Ini Kronologinya

Baca Artikel Asli