Menpora Ungkap Alasan Radikalisme Muncul di Masyarakat
Sabtu, 18 November 2017 -
MerahPutih.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, radikalisme muncul dan terbentuk karena adanya keraguan di dalam tubuh masyarakat itu sendiri.
"Pada dasarnya radikalisme muncul bukan karena pengaruh luar secara penuh. Namun, masyarakat dan pemuda pada umumnya ragu dengan karakter filter diri yang dimiliki sehingga terpengaruh," kata Menpora di Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/11).
Saat ini, katanya, banyak pemuda dan masyarakat pada umumnya terpengaruh radikalisme karena tidak memiliki keyakinan utuh serta lemahnya pengetahuan dalam menerima suatu informasi yang mengarah kepada ideologi baru.
Ia menegaskan, radikalisme bukan karena kelompok tertentu membawa, tetapi karena masyarakat terbuai dan terbawa ke dalam -isme, opini, doktrin, atau ajaran baru.
Namun, pihaknya berpendapat rasa nasionalisme masyarakat Indonesia tidak akan goyang sedikitpun karena hal itu dapat merusak kebinekaan bangsa dan negara.
Meski demikian, pihaknya mengajak seluruh masyarakat terutama pemuda untuk menyebarluaskan dan mencerdaskan pihak yang terpengaruh paham tidak sesuai dengan idiologi pancasila.
"Pemuda memiliki tugas penting untuk menyandarkan dan mencerdaskan serta memberi pengertian kepada orang-orang yang terpengaruh paham tersebut sedangkan sisi hukum diserahkan kepada aparat," katanya.
Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, pemuda merupakan salah satu pelopor dalam membangun bangsa dan negara.
Pemuda di Sumatera Barat khususnya Kota Pariaman dinilai sudah mulai bergerak kepada hal-hal yang dapat membangun bangsa dan negara di berbagai sisi.
"Pemuda di Pariaman sudah banyak yang maju dan membangun daerah seperti di bidang lingkungan hidup, penyelamatan satwa yang dilindungi, termasuk ekonomi kreatif dan seni," katanya.
Kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda tersebut dinilai salah satu upaya dalam menangkal dan melawan radikalisme atau bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Banyak hal positif dapat dilakukan dalam menangkal radikalisme, seperti aktivitas yang dilakukan pemuda di Pariaman," katanya. (*)