Merahputih.com - Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin upacara penghormatan terakhir untuk Duta Besar RI untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (9/2).
Upacara ini menandai penghormatan tertinggi negara bagi diplomat sekaligus putra Pahlawan Revolusi tersebut yang tutup usia pada 78 tahun setelah berjuang melawan penurunan kondisi kesehatan di tengah masa tugasnya.
Agus Widjojo mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/2) pukul 20.15 WIB. Meski kondisi fisiknya menurun dalam beberapa waktu terakhir, mantan Gubernur Lemhannas ini tetap menjalankan tugas diplomatik di Manila dengan penuh semangat.
Baca juga:
Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia, Simak Profil hingga Perjalanan Kariernya
Menlu Sugiono menegaskan bahwa dedikasi almarhum merupakan standar moral tinggi bagi seluruh jajaran diplomat Indonesia. Ia mengenang sosok Agus sebagai figur yang mampu mencairkan suasana dalam setiap perundingan bilateral.
“Dalam kondisi kesehatan yang menurun beberapa waktu belakangan, beliau terus menunjukkan dedikasi dan semangatnya yang pantang menyerah untuk menjalankan tugas dan amanah yang diberikan,” ujar Sugiono.
Kementerian Luar Negeri RI menggelar upacara penghormatan, dengan peti jenazah almarhum diselimuti Bendera Merah Putih dan disemayamkan di tempat kehormatan di Ruang Bendera Gedung Pancasila.
Jenazah kemudian diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara pemakaman dilaksanakan sesuai tata cara militer dengan Menteri Luar Negeri RI bertindak sebagai inspektur upacara.
Baca juga:
Sebelum menjabat sebagai duta besar, Agus Widjojo mengabdi lama di TNI Angkatan Darat. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dari Fraksi TNI/Polri pada 2001–2003, serta menjadi Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI pada 2016–2022, sebelum dipercaya sebagai Dubes RI untuk Filipina.
Agus Widjojo merupakan lulusan AKABRI tahun 1970, satu angkatan dengan dua mantan KSAD, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto. Agus adalah putra dari salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia yakni Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo yang gugur pada peristiwa G30S.